Salju menyerpih, pecah berkeping-keping, dan menyebar dalam potongan kecil seperti butiran abu. Sejauh mata memandang hanya ada hamparan kristal seputih tulang. Galvin terengah-engah, mencoba bertahan dari terjangan angin yang melolong bagai serigala merindukan kekasih yang ada di bulan. Jemari mencengkeram erat gagang pedang, kaki terbenam dalam salju, dan pandangan terfokus pada bangkai monster yang kini tergeletak bersimbah darah. Mulut monster itu menganga, menampilkan deretan gigi setajam belati. Cairan merah mengalir perlahan dari ujung bibir, menetes, membasahi permadani putih. Berulang kali Galvin mencoba menstabilkan pernapasan. Bahu kanan terkoyak, perih dan nyeri silih berganti mendera. Bahkan setelah hampir tewas diterkam monster, sensasi pengar masih membekas. Tertatih-tat
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


