31

1298 Words

Sesuai saran Diana, Aeron bersedia menemui gadis yang diharapkan Diana akan berjodoh dengan putra pertama Charion. Namun, sepanjang pertemuan Aeron memilih pasif; membiarkan lawan bicara mendominasi percakapan, tidak tertarik membahas perihal diri sendiri, dan pada akhirnya diam. Dia hanya mampu bertahan selama sesaat, lantas pamit. “Sir, apakah Anda benar-benar harus pergi?” Sara Minerva, putri Count Minerva, berusaha membujuk Aeron. Sesekali dia merapikan rambut, menyelipakan ikal nakal ke belakang telinga, lalu memasang senyum termanis. “Lady Minerva, dengan berat hati harus saya sampaikan bahwa tiba-tiba saya merasa tidak enak badan.” Pelayan, yang berdiri tidak jauh dari Sara dan Aeron, berjengit ketika melihat Sara menyentuh tangan Aeron. Andai tidak dipisahkan oleh meja, Aeron

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD