Dalam hidup, ada saat-saat di mana kita harus berani melepaskan. Yang kiranya akan baik bila tetap bertahan, tapi justru lebih baik bila akhirnya berani melepaskannya. Menemukan perjalanan hidup baru. Membiarkan seseorang pergi dan masuk ke dalam kehidupan kita. Menghadapi penderitaan sehingga membuat hidup menjadi lebih kuat. Merasakan kesenangan yang membuat hidup terasa penuh keberkahan.
Dan apa yang telah terjadi oleh Abyra, tentu membuatnya menjadi seorang Abyra seperti saat ini. Kenangan indahnya bersama pria yang paling dicintainya seakan telah memenuhi lembar hidupnya yang berharga. Menanamkan kesungguhannya untuk menjalani hidup dengan lebih baik lagi, meski tak lagi beriringan.
Tentu ia akan selalu merindukan setiap detik tatapan dan senyuman pria itu. Namun di saat yang bersamaan, semua itu akan menjadi penguat perjalanannya meski kini bagaikan berjalan dengan satu kaki. Rasa sakit yang pernah menyiksa batinnya suatu saat akan ia kenang dengan senyuman. Atau mungkin akan sedikit dirindukannya.
Abyra tidak akan pernah menyesal pernah dipertemukan oleh Raka. Walaupun seketika ia juga harus dihadapkan oleh perasaan kehilangan yang hampir merenggut jiwanya. Raka yang telah membuatnya seperti sekarang ini. Raka yang membuatnya belajar arti kebahagiaan dari sebuah kehilangan. Abyra tidak akan bertanya lagi. Ia tidak akan mencari tahu apa-apa lagi. Ia akan membiarkan Raka tetap hidup dan tenang di dalam hatinya. Dan mulai memikirkan kelanjutan hidupnya. Bersiap untuk menerima kejutan lain dalam hidupnya...