Epilog

1025 Words

DAMAR'S SIDE Aku tahu, jika Tuhan tengah memberiku balasan atas perbuatan burukku dulu. Ginjalku bermasalah dan ternyata aku sudah cukup lama mengalaminya. Aku bersedih? Rasanya malu mengakui kalau aku memang bersedih atas hal ini. Aku tidak berhak menangisi apa yang semestinya aku dapat. Aku terlalu gila jika berharap Tuhan memberiku pengampunan atas dosa besar yang kulakukan dulu. Semula aku ingin menyembunyikan penyakitku dari Amel dan juga putraku, Arkan. Aku berusaha bertingkah seolah aku baik-baik saja ketika aku berdekatan dengan mereka. Di saat-saat tertentu, seperti ketika aku tengah lelah, aku harus berakting biasa-biasa saja, meski aku sendiri tahu bahwa wajahku tengah pucat saat itu. Pernah beberapa kali Amel bertanya mengenai kondisi tubuhku, seperti, "Kamu kenapa Mas? Kok

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD