Pukul tujuh malam saat Hana terbangun dari tidurnya. Gadis itu mengerjap, ia berusaha bangkit dan melihat sekitar dengan kepala yang masih terasa cukup pening. “Kau sudah bangun?” adalah Nyonya Do yang pertama kali menghampiri. Wanita baya dengan pakaian berwarna hijau muda itu terlihat begitu khawatir dengan kondisi putri tunggalnya itu. Hana mengangguk sekilas, pandangannya menjelajah ke segala penjuru area kamar. Ia terlihat seperti tengah mencari sesuatu. “Apa yang kau cari, nak?” tanya Nyonya Do. “Lee Yeol, dia ada di mana?” tanya Hana dengan suara lirih. Wanita baya itu terdiam sesaat, mengalihkan pandangan seolah berusaha menghindar. “Bu?” Panggilan itu membuat wanita baya itu menoleh, ia menghela nafas lemah dan memusatkan perhatiannya pada Do Hana. “Dia sedang pulang untu

