Bab 57

1092 Words

Pukul sembilan pagi saat terdengar suara ketukan pintu. Daeun yang saat itu baru selesai memasak sarapan berjalan tergopoh ke arah pintu utama. Wanita dengan celemek di tubuhnya itu cukup terkejut begitu mendapati Sean berdiri di sana. Keadaan pria itu sudah jauh lebih baik, ia tidak lagi menggunakan gips di kakinya. “Maaf menganggu pagi-pagi, apa Jina nya ada?” tanya Sean sopan. Daeun terdiam sebentar, mempersilakan Sean untuk masuk dan berkata akan memanggil sang adik lebih dulu. Ukuran apartemen Kim Daeun tidak terlalu luas, namun cukup untuk ditinggali dua orang. Sean duduk di sebuah sofa berwarna putih gading, pria itu melihat-lihat ke sekitar sembari menunggu Daeun memanggil Jina. Tidak lama kemudian si gadis yang dimaksud berjalan mendekat ke arah Sean. Wajahnya datar dengan ta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD