Pukul lima sore saat Hana dan Lee Yeol akan pindah ke rumah baru mereka. Nyonya dan Tuan Do saat itu turut serta mengantarkan pengantin baru itu ke rumah yang akan mereka tinggali nantinya. “Semuanya sudah siap?” tanya Tuan Do memastikan. “Ya, kami hanya membawa baju dan beberapa perlengkapan pribadi, yah.” Tuan Do mengangguk, ia mengusai gemas surai anaknya yang hanya bisa tersenyum tipis. “Baiklah, ayo berangkat.” Butuh waktu sekitar lima belas sampai dua puluh menit dari kediaman keluarga Do untuk sampai ke rumah baru. Dua mobil itu berhenti tepat di sebuah halaman luas rumah bertingkat mewah dengan desain Eropa klasik yang begitu kental. Lee Yeol menurunkan koper lebih dulu, kemudian pria itu berjalan menyusul istri dan dua mertuanya yang tengah mengamati bagian eksterior luar

