Bab 35

1081 Words

Langit terlihat gelap, air hujan mengguyur kota dengan derasnya. Gadis itu menengok sekali lagi, menelisik dengan seksama diantara beberapa orang yang mulai berdatangan masuk ke dalam cafe untuk membeli kopi ataupun sekadar berlindung dari hujan. Lonceng kecil yang tergantung di atas pintu berbunyi, seorang pria menggunakan jaket hitam masuk sembari mengibaskan tangannya yang basah terkena air hujan. Kepalanya menoleh, mencari-cari seseorang yang memiliki janji temu dengan dirinya kemarin. Senyum itu terbit secara otomatis tatkala netranya menemukan sosok Jina yang tengah duduk sendirian pada kursi dekat jendela besar. Merapikan sedikit penampilan, berdeham beberapa kali. Sean pada akhirnya memberanikan diri untuk menghampiri. “Hai, maaf lama menunggu,” sapanya dengan senyum kaku. Ia b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD