Setelah Natha pulang aku merasa sangat sepi. Aku memutuskan untuk masuk kedalam kamar.Menaiki satu persatu anak tangga dengan bantuan bi Asih. Rasanya kamar adalah tempat paling nyaman selain berada di samping Natha. Aku membersihkan diri,berganti pakaian dan merebahkan tubuhku diatas kasur.Aku menarik napas yang dalam lalu menghembuskannya agar diri ini merasa lebih rileks.
"Untung saja kecelakaan ini tidak terlalu parah.Hanya saja kaki ku sedikit sakit saat digunakan untuk berjalan.Kalau dipikir ini sangat konyol, kenapa aku harus menabrak tukang galon"kata ku dalam hati
Aku mencoba membuka Whatssap kulihat room chat Natha selalu online. Apa yang dia lakukan? Chat sama siapa ya dia? apa dia segitu banyak waktu sampai harus online terus? atau ada orang spesial yang harus dia kabarin tiap menit?
"tok.. tok.. tok Non Seshil ini bi Asih bawa buah untuk non Seshil"
Suara pintu kamarku diketuk oleh bi Asih, aku sedikit terkejut karena aku sedang melamun memikirkan Natha.
"Masuk aja bi.. " Jawab ku
"Nih non dimakan yaa, soalnya tadi mas Natha bilang bibi harus jagain non Seshil" kata bi Asih tersenyum
"Ha?Natha? mau aja bibi disuruh dia" jawab ku
"Ihh.. non Seshil gimana sih? kayaknya mas Natha suka sama non Seshil. Kenapa gak pacaran aja non? lagian kan mas Natha baik,ganteng,sopan pokoknya mah cocok sama non Seshil" kata bi Asih
"Aduh si bibi sok tahu banget tentang Natha,kita sahabatan aja bi. Udah bi aku mau istirahat" Kataku sedikit mengusir
"Baik non, cepat sembuh ya non Sershil" sambung bi Asih
Banyak sekali yang bilang bahwa aku sangat cocok dengan Natha bukan cuma bi Asih yang bilang. Tapi, tetap saja sepertinya pacaran dengan Natha tidak akan terjadi.Lagian Natha sudah bilang dari awal bahwa aku dan Natha adalah sahabat.
"Aku tidak pernah sedekat ini dengan pria"
"Tidak pernah sebahagia ini"
"Tidak pernah senyaman ini"
"Apakah aku terlalu menyandarkan diriku kepada Natha?"
"Bagaimana kalo Natha tiba-tiba pergi?"
Ah sudahlah biar saja kujalani dulu,lagian sebagai sahabat aku seharusnya tidak boleh seperti ini.Terserah saja Natha mau apa
Walau nanti entah siapa wanita yang akan bersama Natha."
"Duhh.. kenapa aku jadi overthinking? Kenapa aku selalu memikirkan Natha? Apa aku menyukainya? Aduhh.. rasa itu tidak boleh muncul." Maki ku kepada diri sendiri.
Pagi telah tiba.Ini adalah hari minggu,rupanya semalam aku ketiduran. Aku segera bangun dari tidur ku. Lalu,merubah posisi badanku menjadi duduk.Aku bingung harus melakukan apa? Kaki ku masih terasa sakit. Aku mengambil Handphone ku.
Aku melihat notifikasi di hp ku,ternyata ada Whatssap dari nomer tidak diketahui.
"Ontaaa.. lo udah sarapan belum? gue lagi jogging nih" isi pesan tersebut
"Sorry ini siapa ya? " tanya ku bingung.
"Natha lah.. siapa lagi yang manggil lo Onta? kan cuma gue" jawab nya
"Ini nomer siapa? Nomer mu baru?" tanya ku
"Nomer nyokap gue,kebetulan lagi jogging sama nyokap,Hp gue ketinggalan hehe " jawab Natha
"Kok kamu hafal nomer ku?" kata ku
"Yaelah hafal lah, udah deeh lama lo. Ini mau sarapan gak? kalo mau gue bawain tapi gue anter nyokap pulang dulu" jawab Natha
"Hmm gausah deh Nath" balas ku.
Satu jam sudah berlalu dan aku hanya duduk diatas kasur,kulihat pesan terakhir yang ku kirim ke Natha. Dia hanya membaca pesan ku tidak ada balasan lagi. Tapi tiba-tiba saat aku ingin beranjak mandi pintu kamar ku berbunyi.
"Tok.. tok.. tok..Non Seshil " kata Biasih mengetuk pintu kamarku
"Yaa bi,masuk aja" jawab ku
"Non ada mas Natha nih" kata bi Asih menarik Natha dan menyuruhnya masuk ke kamarku
Aku sangat terkejut, Aku bahkan sudah bilang Natha bahwa aku tidak mau sarapan.
"Aku masuk ya bi,Makasih bi Asih yang cantik" Kata Natha.
"iya sama-sama mas Natha" bi Asih meninggalkan aku dan Natha.
"Ya allah Onta lo belom mandi kah? berantakan banget,apalagi rambut lo nihh " ucapnya sambil mengacak-acak rambut ku
"Aduh Natha,kan aku sudah bilang kamu gausah bawain aku sarapan" jawab ku ketus
"Yeee gausah marah-marah dong, gue ini kan sahabat yang baik.Lo harus cobain ini bubur yang gue bawa. Bubur ayam kesukaan gue dan nyokap.Gue jamin lo bakalan suka.Nih makan"jelas Natha menyodorkan bubur kepadaku
"Yaudh sana kamu, sini aku makan" kata ku.
"Yee kurang ajar gue di usir,sebentar aja gue numpang duduk dulu. Mau gue suapin ga? sini gue suapim. Kaki nya masih sakit?" tanya Natha.
Natha langsung mengambil sendok dan menyuapkan buburnya kepada ku.Aku sempat terdiam beku karena terkejut melihat kelakuan Natha yang sangat Random. Sesekali kulihat dia sambil tersenyum manis membuat ku sedikit salah tingkah dan tidak mampu menatap matanya.Setelah Makanan habis Natha memberi ku minum.
"Kamu mau kemana?Rapih banget kayak mau melamar kerja" Canda ku
"Yee sialan.. biasa aja tuh" Jawabnya malu
"Lo udah baikan belum? kakinya gimana? masih sakit?" Tanya Natha khawatir
"Sedikit doang mungkin senin nanti aku bisa masuk sekolah"jawab ku terseenyum
"Makanya jangan ceroboh Seshil,cuma mau ketemu gue aja sampe buru-buru gitu sampe nabrak galon" sambung Natha dengan wajah meledek
"Dih kepedean banget. Aku emang gak liat ada tukang galon kok." Jawab ku kesal
"Hahaaha yaudah gue mau pulang yaa? lo baik-baik yaa?isitirahat,terus mandi biar gak bau kayak kambing"
"Hehe iya..iya.. Jadinya aku onta apa kambing nih? Tanya ku bercanda
"Apa aja deh yang lo mau.Pokoknya buat sahabat gue tersayang gue bakal turutin" jawab Natha
"Ihh yaudah sana kamu pergi. Maaf ya aku gak bisa nemenin kamu ke bawah" sambung ku
"bye.. bye.. Onta.." dia memberikan kiss bye kepadaku
Aku senang sekali walaupun hanya dikasih kiss bye seperti anak kecil.Aku sepertinya menyukai Natha.Aku bahagia sekali jika Natha ada di dekatku.Tapi aku harus menahan perasaan ini.Mungkin saja ini hanya sesaat.Jika dilihat dengan mata Natha memang hampir sempurna bagi semua wanita. Apa aku bisa bersama Natha selamanya? Apa mungkin Natha berubah jika sudah menemukan wanita yang dia mau nantinya? Apa aku siap jika Natha berubah?
Aku selalu memikirkan begitu banyak hal terntang Natha. Apakah Natha juga memikirkan banyak hal tentang aku? apa aku punya tempat spesial di hati Natha? Apa Natha bahagia seperti senyumnya yang selalu dia berikan kepadaku?
Sudahlah waktu ku selalu habis untuk memikirkan semua tentang Natha.Sebaiknya aku segera mandi air hangat agar pikiranku lebih tanang.Aku segera beranjak dari tempat tidur,mengambil handuk dan segera pergi ke kamar mandi. Semoga setelah aku mandi air hangat, tubuh dan pikiranku menjadi lebih rileks.