Karisa Pov Sejak malam di mana aku menampar pipi Ken, ia sudah tidak ingin mengangkat teleponku, bahkan di hari berikutnya membalas pesanku juga tidak. Kalo memang aku belum mencintainya, mengapa hati ini terasa seperti di iris-iris, setiap kali mengingat dirinya menanyakan masa laluku dengan Robin dan terpancing fitnah Robin, air mata ini mengalir bebas. Hari pertama aku masuk bekerja di kantor Yayasan XYZ milik Kenzo, aku diminta untuk memberikan presentasi rencana kerjaku untuk perusahaan. Tanggapan ketus yang kuterima dari seorang Kenzo. Setelah meeting selesai, aku tidak melihatnya lagi, hanya Daniel yang mengurus berkas kontrak kerjaku. Di kantor ini, posisi jabatan yang kuterima bisa dikatakan tergolong baru dalam perusahaan, dan Daniel yang mendampingi aku sebagai conselor crea

