Setelah selesai kuliah Risa celingak celinguk memperhatikan sekeliling mencari seseorang di bangku taman tempat ia biasa duduk menunggu Pak Rustam. Tidak terlihat orang yang dicarinya, ia duduk menunggu sambil membaca buku. Walaupun baru mengenal Opa Richard, tapi Risa merasa nyaman saat bicara dengannya. Serasa memiliki seorang kakek lagi. Beberapa saat kemudian, ia melihat sepasang kaki berdiri dihadapannya, Risa mendongakkan kepala sambil tersenyum mengira Opa Richard dan melihat orang tersebut. Ternyata bukan orang yang diharapkannya, melainkan orang lain yang baru dikenalnya juga. “Kak Bryan kan yah, cucunya opa Richard.“ Bryan hanya mengangguk diam, Kemudian duduk disamping Risa dengan santainya tanpa permisi, gerakan reflek Risa segera menggeser posisi duduknya agar berjarak deng

