“Aku belum berani mencari pacar, masih banyak yang harus ku kejar dahulu, kasihan anak gadis orang kalo pacaran denganku sekarang.“ Kalimat yang selalu di ingat oleh Helen tentang kakak seniornya di kampus. Seorang pemuda tampan dengan rambut hitam cepak, hidungnya mancung besar seperti blasteran, mata hitam pekat dengan garis mata tajam, alisnya tebal dan rapi serta rahang tegasnya menambah nilai ketampanan laki-laki itu. Tingginya sekitar 180cm, dengan tubuh atletis proporsional, tidak berotot seperti barbel, standard namun sexi. Laki-laki idaman Helen yang saat ini dapat ia kagumi saja dalam hatinya. Flashback ON Kevin memang idola dikampusnya, sudah tampan, pintar, asisten dosen dan bekerja di kampus. Namun ia menutup dirinya untuk dekat dengan ciptaan tuhan yang indah itu. Selain

