Drone 2

1807 Words
Pada awalnya, Calvin dan semua anggota rombongan tentu saja berpikir jika drone bersenjata tersebut adalah kiriman dari bangsa Draconian. Tentu saja, karena kini mereka adalah musuh, sudah dipastikan jika mereka memang akan diserang oleh senjata-senjata tersebut. Para draconian yang serakah, tentu saja tidak akan membiarkan mereka hidup begitu saja setelah menangkap basah di tengah perjalanan seperti ini. Sungguh, Calvin dan yang lainnya sekarang merasa sangat gugup. Hanya saja, semua rasa gugup itu berganti menjadi rasa bingung. Saat semua drone yang dipersenjatai ternyata hanya menyerang para mhonyedt. Itu jelas adalah situasi yang sangat mengejutkan dan tidak pernah mereka duga akan terjadi seperti ini. Tentu saja, Calvin, Zayn dan Hial segera berpandangan untuk saling bertukar apa yang mereka pikirkan. Ternyata, mereka memiliki pemikiran yang sama, bahwa mereka harus segera mencari celah untuk melarikan diri dari situasi ini. Terlebih, saat ini drone-drone yang jelas dikendalikan dari jauh tersebut saat ini tengah fokus pada para mhonyedt yang tengah dihabisi. Namun, ternyata mereka tidak bisa pergi begitu saja. Sebab selanjutnya, ada sebuah suara yang terdengar dari salah satu drone yang terbang dengan stabil di posisinya. “Sekarang kalian sudah aman. Kalian tidak perlu merasa takut.” Saat ini, mereka pun mengedarkan pandangan dan sadar bahwa memang tidak ada lagi mhonyedt yang selamat. Semuanya sudah mati terkapar dengan kepala yang tertembak dan tubuh yang mulai membiru. Hial yang memang mendalami ilmu pengetahuan tentu saja bisa dengan mudah menebak, jika semua mhonyedt itu tidak hanya mati karena senjata biasa saja. Namun, besar kemungkinan memang terjadi karena racun yang membuat tubuh mereka kaku dan pada akhirnya membiru dengan cepat seperti ini. Meskipun memang terlihat jika para drone yang entah dikemudikan oleh siapa itu saat ini tengah berpihak pada mereka, tetapi Calvin dan yang lainnya masih memasang ekspresi yang tidak percaya. Mereka sudah menghadapi situasi yang sulit dalam waktu yang lama. Membuat mereka secara alami tidak bisa percaya dengan mudah terhadap orang-orang. Terlebih terhadap orang yang bahkan tidak mereka ketahui identitasnya dengan jelas seperti ini. Karena itulah, saat ini mereka tidak bisa menunjukkan reaksi baik atas apa yang sudah dikatakan oleh seseorang yang mengendalikan drone tersebut. “Meskipun kini semuanya sudah aman, tetapi ke depannya aku tidak bisa menjamin. Terlebih, saat ini aku yakin jika para mhonyedt atau bahkan bangsa Draconian tengah mengendus jika ada kekacauan yang terjadi di sini. Lalu akan segera menyergap,” ucap sebuah suara yang kembali terdengar bersumber dari sebuah drone yang memang terlihat menjadi media untuk menyampaikan apa yang dipikirkan oleh orang yang mengendalikannya dari jauh. “Kita tidak perlu mendengarkan omong kosongnya lebih jauh. Sekarang secara bertahap mundur dan lari ke arah barat,” bisik Zayn pada para anggota Meskipun itu hanyalah bisikan rendah yang Zayn pastikan agar hanya terdengar oleh anggota-anggota kelompoknya, tetapi ternyata bisikan tersebut tertangkap oleh mesin drone yang juga sudah dipastikan terdengar oleh orang yang mengendalikannya. Karena itulah, orang yang mengendalikan drone tersebut pun berkata, “Aku bukannya ingin menakuti kalian, tetapi aku sudah mendeteksi jika ada pesawat tempur berkecepatan tinggi yang sudah menuju tempat ini. Jika kalian ingin selamat, ikuti arah kepergian drone ini. Karena drone ini akan menunjukkan arah menuju tempat yang aman.” Tentu saja peringatan tersebut membuat semua orang gugup. Menghadapi gerombolan mhonyedt saja sudah terasa sangat menyulitkan bagi mereka semua. Apalagi jika mereka harus melawan para prajurit bangsa Draconian yang bersenjata penuh. Sudah dipastikan jika mereka akan dihabisi dengan mudah dan tidak akan bisa mendapatkan apa yang mereka harapkan selama ini. Meskipun begitu, mereka juga tidak bisa sepenuhnya percaya pada seseorang yang bahkan tidak mereka kenal, walaupun memang orang itu sudah menyelamatkan mereka. Pada akhirnya, Calvin pun berkata, “Kami saat ini memang tengah terdesak. Tapi, kami tidak bisa mempercayai perkataan orang yang bahkan tidak kami kenal siapa namanya.” Perkataan Calvin tersebut membuat seseorang di balik drone bersenjata itu terdiam sejenak, seakan-akan tidak percaya jika dirinya akan mendengar perkataan yang muncul karena pemikiran tajam seperti itu. Namun, ia dengan tenang berkata, “Percayalah, aku benar-benar berada di pihak para manusia. Karena itulah, aku melakukan semua ini untuk melindungi kalian. Tapi, aku juga merasa, bahwa aku perlu mengenalkan diri pada kalian. Agar kalian setidaknya tahu, siapa yang akan bekerja sama dengan kalian.” Semua orang terdiam dengan perasaan gelisah yang mereka rasakan. Namun, tak lama kemudian, sosok itu kembali melanjutkan perkataannya dengan berkata, “Aku adalah Mavro. Seseorang yang selama ini berusaha untuk bersembunyi dan menghindari radar para draconian. Karena itulah, kita berada di pihak yang sama.” Jika orang-orang yang lain terlihat tidak terkejut saat sosok misterius itu mengenalkan dirinya. Maka berbeda dengan Hial yang seketika menampilkan ekspresi terkejut saat dirinya mendengar nama Mavro disebutkan di sana. Tentu saja Calvin dan Zayn menyadari hal tersebut dengan mudah. Keduanya merasa jika Hial menampilkan ekspresi, seakan-akan dirinya baru mendengar sebuah nama yang sudah pernah ia dengar sebelumnya. Bahkan, besar kemungkinan bahwa Hial mengenal orang itu. Hial sendiri langsung bertanya, “Apa kebetulan, kau adalah seorang ilmuan yang juga mengenal seorang ilmuan dengan marga Brooks?” Calvin dan Zayn terlihat sangat terkejut, sebab saat ini Hial bahkan menyebut nama keluarganya saat bertanya pada orang misterius yang mereka hadapi. Pertanyaan yang diajukan oleh Hial juga bisa membuat semua orang berpikir, bahwa Hial mungkin tahu dan memikirkan sesuatu mengenai orang yang berada di balik drone misterius yang menolong mereka semua. Meskipun mereka semua merasa sangat penasaran, mereka tahu jika ini bukan waktu bagi mereka untuk menanyakan hal itu pada Hial. Saat ini mereka semua membiarkan Hial dan orang misterius yang mengenalkan diri sebagai Mavro tersebut memperbincangkan hal penting. “Keluarga Brooks? Tentu saja aku mengenalnya. Karena aku memiliki seorang guru yang memiliki marga Brooks. Karena itulah, aku adalah seorang ilmuan juga, itu juga alasan mengapa aku bisa membuat drone yang dipersenjatai seperti ini. Apa kau mengenal orang dari keluarga Brooks?” tanya orang itu merasa tertarik dengan pembahasan tersebut. “Tentu. Karena aku adalah salah satu dari mereka,” ucap Hial. Lalu dirinya pun menatap para anggota kelompok yang sudah menatapnya dengan penuh tanda tanya dan rasa penasaran. “Kau mengenalnya?” tanya Calvin menanyakan masalah tersebut dan tidak ingin membuang-buang waktu lagi. Hial yang mendengar hal tersebut pun mengangguk. “Aku mengetahui nama itu. Karena itulah, aku rasa tidak ada masalahnya jika kita ikut dengannya,” ucap Hial tampak mendukung keputusan untuk mengikuti arah kepergian para drone untuk menuju tempat yang lebih aman. Namun, Zayn yang mendengar hal itu pun menggeleng dengan tegas. Sebab dirinya berpikir jika hal itu bukan masalah yang ringan. Mereka tidak bisa mengambil keputusan yang gegabah. Terlebih percaya pada seseorang yang belum mereka kenal atau bahkan mereka lihat sosoknya. Karena bisa saja, ini adalah masalah yang bisa membuat nyawa mereka semua terancam. Zayn pun berkata, “Meskipun kau pernah mendengar namanya, tetapi kau belum pernah bertemu dengannya secara langsung, bukan? Ini sama saja dengan meminta kita mempertaruhkan nyawa. Jangan gegabah!” Tentu saja perkataan Zayn memang sangat masauk akal. Saat ini mereka memang situasi yang sangat terdesak. Namun, mereka tidak bisa gegabah karena mereka belum mengenal dengan baik sosok yang akan mereka ikut ini. Calvin sebenarnya setengah setuju dengan Zayn, karena memang perkataan Zayn. Sebab hal itu memang masuk akal. Sangat tidak masuk akal jika menggantungkan keselamatan mereka semua terhadap orang yang belum mereka kenal dengan betul. Namun, di sisi lain saat ini mereka sendiri tengah berada dalam situasi yang sangat terdesak. Jika terus berdebat seperti ini, rasanya mereka akan segera tertangkap oleh para prajurit draconian yang tengah menuju ke tempat tersebut. Karena itulah, Calvin pun menengahi dengan bertanya, “Hial, apakah kau benar-benar yakin jika kita bisa mengikutinya? Apa kau yakin, dan bisa menjamin bahwa dia benar-benar bukan musuh yang bisa menusuk kita dari belakang?” Hial yang mendengar pun mengangguk. Hial jelas memiliki kepercayaan diri yang besar atas apa yang sudah ia ketahui tersebut. “Tenang saja, aku bisa menjaminnya. Sebab tidak hanya aku, ayahku juga mengenalnya. Karena itulah, kita bisa mengikutinya. Aku jamin, jika kita semua akan selamat,” ucap Hial terlihat sangat percaya diri serta sangat putus asa. Ia putus asa karena ia ingin orang-orang percaya dan ikut dengannya untuk mengikuti drone yang dikendalikan oleh Mavro tersebut. Sebenarnya, jika orang-orang tidak percaya dengan perkataannya dan tidak mau mengikutinya, Hial akan memilih untuk memisahkan diri dengan kelompoknya. Mengingat jika dirinya memang memilih untuk bertemu dengan Mavro tersebut. Sebab ada sesuatu yang ingin Hial pastikan dengan Mavro tersebut. Sesuatu yang benar-benar membuat Hial selama ini terus berpikir mengenai masalah tersebut dan menemukan jawaban atas apa yang membuat dirinya merasa sangat penasaran. Calvin pun menatap Zayn dan bertanya, “Sekarang apa keputusan kita? Hial sudah menjamin keselamatan kita jika kita semua sepakat untuk mengikuti perjalanan yang dipimpin oleh drone tersebut. Kita memang tidak bisa sepenuhnya percaya dengan mereka, tetapi kita juga tidak bisa tetap berada di sini sebab semakin lama, semakin besar kemungkinan bagi kita semua untuk tertangkap oleh para prajurit draconian.” Zayn terlihat sangat kesal, karena situasi ini benar-benar tidak ia sukai. Namun, saat dirinya melihat anggotanya yang terlihat sangat ketakutan, pada akhirnya ia pun menghela napas kasar. Lalu dirinya pun menatap Hial dan berkata, “Kalau begitu, kau harus memastikan keselamatan kita, dan berjanji harus menjelaskan apa yang terjadi dengan detail padaku. Aku sama sekali tidak akan membiarkanmu jika kau tidak mau menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di sini, Hial.” Hial yang mendengar hal itu pun mengangguk. Ia jelas terlihat sangat senang, karena setidaknya kini dirinya memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Mavro, serta dirinya tidak perlu memisahkan diri dengan para anggota yang sudah lama bersama dengannya. “Aku akan menjelaskan semuanya dengan detail pada kalian semua ketika kita sudah tiba di tempat yang aman.” Hial pun segera menatap drone yang ia lihat juga dilengkapi dengan kamera. Hial sudah bisa memastikan jika Mavro sejak awal memang mengamati reaksi dan pembicaraan mereka. Setelah itu, Hial pun berkata pada Mavro, “Kalau begitu, kami akan mengikutimu. Tolong tunjukan jalannya.” “Baiklah. Kalau begitu, kita harus bergegas. Tolong fokus, karena perjalanan kita akan sangat berliku,” ucap Mavro lalu drone bersenjata yang sebelumnya hanya terbang stabil segera bergegas untuk bergerak ke arah yang berlawanan dengan arah yang sebelumnya dituju oleh kelompok mereka. Tentu saja, anggota kelompok pun segera bergerak dengan formasi yang sama dengan sebelumnya. Sebab mereka tetap harus berada dalam kewaspadaan yang tinggi dan tidak bisa menggantungkan keselamatan mereka sepenuhnya pada Mavro ini. Semuanya berjalan dengan lancar, tetapi saat ini Zayn terlihat berada dalam suasana hati yang agak buruk. Ekspresinya terlihat sangat buruk, dan dirinya pun menatap drone dengan tatapan tajam. Calvin yang menyadari hal itu pun menghela napas dan berbisik, “Perbaiki ekspresimu itu, Zayn. Setidaknya, kita harus percaya dengan Hial.” Zayn yang mendengar hal itu pun menghela napas dan mengusap wajahnya dengan kasar. Lalu dirinya pun berkata, “Aku memang percaya padanya. Namun, aku sama sekali tidak ingin menurunkan kewaspadaanku, Calvin. Karena kita tidak bisa menunjukkan punggung kita pada siapa pun, sebab bisa saja musuh yang tidak terduga menusuk kita dari belakang.”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD