Hans kembali menunjukkan lima jarinya sedangkan Aisyell menunjukkan tujuh jemarinya. Aisyell mulai menghitung seluruh jemari mereka. "A B C D E F G H I J K L, " "Lemon!" teriak Hans secepat kilat. Aisyell bahkan belum sempat berpikir. Hans terkekeh melihat wajah bodoh Aisyell. "Kali ini aku yang menang!" ucap Hans sambil tersenyum licik. Aisyell menelan salivanya, apalagi sangat mengingat Hans akan menjewer telinganya sampai putus. "Please Hans, jangan kuat-kuat," lirih Aisyell. Hans hanya tertawa renyah. "Cepat, berikan telingamu padaku!" ujar Hans. Aisyell mendekatkan kepalanya dengan Hans, karena takut Aisyell bahkan menutup matanya. Hans melihat wajah ketakutan Aisyell, namun yang menjadi fokusnya adalah bibir mungil merona milik Aisyell. Hans tersenyum devil.

