SUARA bass yang terdengar menggetarkan jantung ditambah penerangan yang sangat minim nyatanya tak membuat ke-tiga laki-laki berparas tampan itu menyerah dalam menemukan sang pembuat onar pada malam menjelang pagi hari ini. Pembuat onar yang memaksa ketiga makhluk itu untuk segera beranjak dari kediaman masing-masing demi mencari salah satu sahabat gilanya. Berusaha menajamkan mata dibalik kepulan asap rokok yang mengganggu penglihatan, belum ditambah banyaknya para pengunjung di dalam club malam ini. Membuat Raynzal, Arga dan Arkan sempat kelimpungan selama lima belas menit sebelum akhirnya berhasil menemukan titik terang. Tepatnya saat sebuah keributan yang berasal dari salah satu penghuni club ini mulai membuat ricuh keadaan. Tanpa perlu lagi aba-aba, Raynzal dan kedua sahabatnya sege

