39| Selesai

1262 Words

DUA  jam sudah kelas yang diikuti oleh Nasya itu berlangsung, namun tetap saja materi yang pagi menjelang siang ini disampaikan oleh dosen tampannya, tetap tak ada yang dirinya dengarkan. Sudah sedari kelas dimulai, pemikiran Nasya terbang menuju cerita yang sempat Ibunda Derren sampaikan. Mengenai sifat asli cowok itu yang selama ini belum pernah ditunjukan kepada siapapun. Dan semakin dirinya mengingat hal itu, Nasya semakin merasa bersalah karna sudah menjadikan si tampan itu sebagai 'mangsa'nya. Bahkan yang lebih parahnya lagi, ia sempat menganggap kalau sosok itu sama bejatnya dengan para laki-laki yang selalu dirinya temui. "Gimana ini?" gumam gadis itu sembari meletakkan kepalanya lesu diatas meja. Sikap aneh yang berhasil memancing perhatian dari ketiga sahabatnya, terlihat mul

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD