SESEGUKAN yang sudah setengah jam ini terdengar dari arah gadis disebelahnya itu, akhirnya dapat mereda kala Derren menyerahkan satu plastik berisikan es krim berbeda rasa. Sembari mengusap mata merahnya, lirikan penasaran itu segera menangkap kantong plastik diatas pangkuannya itu. "Apa ini?" "Sogokan. Biar gak nangis terus." respon Derren singkat yang mendapati tanggapan berupa decihan dari arah Nasya. Tanpa perlu bertanya lebih jauh lagi, mulai dibukanya plastik berwarna hitam itu sebelum dirinya disambut oleh es krim berbeda rasa. "Gak sekalian kulkasnya dibeli?" sindir gadis itu dengan mulut terbuka lebar, "Kurang banyak ini." Tidak menanggapi ucapan itu, Derren terlihat memakai seatbeltnya sebelum bersiap untuk kembali menancapkan gasnya dari halaman depan minimarket itu. Namu

