53| Tidak Boleh Pergi

1270 Words

KONDISI gerimis ditengah perkumpulan para tamu dengan pakaian serba hitam, berhasil menghuni kediaman rumah mewah yang biasanya selalu dalam kondisi sepi ini. Tak lupa dengan ditemani isak tangis dan samar-samar suara doa yang dipanjatkan. Dari mulai tetangga perkomplekan, teman sekolah, bahkan sampai Nindya beserta Eyang putrinya—yang sempat Nasya beri kabar sore tadi, turut hadir ke dalam rumah mewah bertingkat ini. Dalam kegelapan malam, manik abu Nasya berhasil menangkap wajah murung itu ditengah ke-enam sahabatnya yang lain. Berkumpul di teras rumah Derren, menyambut tamu yang datang tak henti-henti. Sesekali, gadis berambut terikat kuda itu terlihat mengusap punggung Derren, seakan memberitahu kalau cowok itu tak sendirian. Ada dirinya yang akan selalu menemani, sama seperti sahab

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD