Lelaki itu masuk ke dalam sebuah hotel yang sudah disewanya untuk bertemu dengan gadis yang ia cintai, entah mengapa lelaki itu menyetujui ajakan Fariza untuk bertemu padahal hubungan mereka sudah selesai dan juga Fariza sendiri sudah menikah, menikahi lelaki yang justru ternyata atasan di kantor Wisnu bekerja. Dunia sempit sekali, seolah kenyataan benar-benar menamparnya. Dibandingkan oleh takdir secara nyata, bahwa dia tidak apa-apa dibandingkan lelaki yang menikahi Fariza. Sehingga dengan fakta itu seharusnya cukup menjawab rasa penasaran juga perasaan yang masih belum ikhlas ditinggal Fariza begitu saja. Fariza : Wisnu ayo ketemu! Di Hotel Cendana! Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu. Jangan meneleponku, aku sedang bersama Akbar dan ini nomor ponsel baruku. Wisnu beberapa kali

