*** Hari itu, Shanly benar-benar tidak bekerja. Dia menghabiskan waktunya dengan memantau e-mail dan pekerjaan lainnya dari apartemennya. Walaupun sesungguhnya Shanly masih kesal dengan Wilson yang selalu berbuat sesuka hatinya, dia selalu bisa mengesampingkan emosinya jauh-jauh jika sudah menyangkut perihal tanggung jawab. Mata Shanly bergerak naik turun, menatap sederet e-mail dari klien yang masuk, memeriksa laporan yang dikirim Wilson via e-mail, mengerjakannya dalam kurun waktu yang tergolong singkat, lalu mengirimkannya kembali pada Wilson sekaligus mengingatkannya akan jadwal sore nanti. Ting! E-mail terbaru dari Wilson baru saja masuk, Shanly segera membukanya. From: Wilson Lawrence. Jadwal setelah jam empat sudah kuundur menjadi pukul sepuluh besok pagi. Daripada kamu ber

