(POV Risti) Aku memandang Kirana dari kejauhan, wanita itu nampak seperti kesakitan dan butuh pertolongan. Benar saja sebelah tangannya melambai ke arahku, sementara tangan yang lain memegang erat ke pintu. Aku gegas berjalan cepat dan masuk ke gerbang rumahnya, dari dekat kelihatan sekali wanita itu sedang meringis kesakitan. "Kirana, kamu kenapa?" tanyaku panik Walau di hati masih ada benci tetap saja aku punya nurani sebagai sesama manusia. "Mbak, tolong aku, sakit banget, tolong bawa ke rumah sakit," ujarnya terbata-bata sambil meringis. "Aku ga kuat, Mbak, sakit banget." Kirana duduk di lantai. "Mas Hanif ke mana?" tanyaku sambil celingukan. "Ga ada, Mbak tolong telponin ambulans ya aku mau ke rumah sakit," pintanya lagi. Aku mengangguk lalu merogoh ponsel yang tersimpan di s

