"Nama aku Rebeka. Kalau nama Mas siapa?" Gadis itu dengan begitu berani memperkenalkan dirinya. Garlanda masih terdiam. Masih begitu heran. Apakah pergaulan zaman sekarang memang sudah jadi sebebas ini. Bahkan gadis semuda ini pun dengan begitu berani mengajaknya berkenalan. Tidak ada keraguan sama sekali di wajahnya. Ia tersenyum dengan begitu menggoda. Gadis ini sama sekali tidak jelek. Justru dia sangat cantik. Manis. Dan juga menggemaskan. Rambutnya panjang tepat di bawah bahu, digerai lurus berwarna kecokelatan. Hidungnya mancung, dan bibirnya begitu ranum. Sepertinya ia ada campuran darah luar negeri. Meskipun tidak terlalu dominan. "Mas ... Mas namanya siapa? Kok malah ngelamun sih, Mas?" Rebeka cemberut. "Jangan jual mahal dong, Mas. Aku jadi sedih kalau dicuekin. Sebelumnya n

