CHAPTER 25 – TO LOSE M I L L I E Kepalaku masih terasa pusing ketika bangun dari tidur tadi pagi. Namun, hari ini aku tetap harus bekerja dan mengajar demi mengalihkan pikiran yang membuatku pusing sekaligus mual. Sebuah taksi berhenti di depanku dan segera saja mobil tersebut melaju pada alamat yang kusebutkan. Tidak lebih dari tiga puluh menit taksi tersebut berhasil mengantarkanku sampai di depan gerbang sekolah. Aku pun langsung bergegas turun dan menuju ke toilet karena rasa mual yang mendera tidak bisa kutahan lagi. Sapaan murid-murid hanya sekadarnya saja kubalas. Lagi-lagi sikapku menarik perhatian Raina yang langsung menyusulku ke toilet. “Millie? Kau baik-baik saja?” tanyanya. Aku menoleh ke arahnya dengan kepayahan. Sepertinya tubuhku lemas setelah menumpahkan semua sara

