Zanna melipat selimut yang dia gunakan dan menyiapkan sarapan untuk Clive, seperti biasanya. Clive menopang dagunya sembari memperhatikan Zanna yang cekatan memasak sarapan. Memandangi Zanna dari belakang, Clive selalu berharap hatinya mencintai Zanna sepenuhnya dan tidak goyah, namun setiap kali dia melihat Jane, hatinya runtuh. “Mas, jangan lihatin aku terus,” ucap Zanna sambil mengambil piring dan menyendokkan nasi goreng untuk Clive. “Kenapa enggak boleh?” tanya Clive penasaran. Dia berterima kasih kepada Zanna dan mulai menyantap makanannya, enak, selalu lezat di lidah Clive. “Ya kan aku malu dilihatin terus.” Zanna mendekat kepada Clive, membantu membenahi dasi milik Clive yang agak miring. Setiap sikap Zanna selalu membuat Clive terkesan dan kagum. Zanna seperti wanita idamann

