bab 5

491 Words
lantas hal itu membuat putri membalikan tubuhnya,mata wanita itu membola,melihat sebuah mobil menabrak grobag pak ujang.putri langsung berlari menghampiri pak Ujang yg telah jatuh d dekat grobak yg sudah tak ber bentuk lagi. bapak tak apah²," tanya putri sambil membantu mang Ujang berdiri . nggak apa2 ko neng,"kata mang Ujang sambil terus menatap grobak yg sudah hancur. putri ikut menatap tatapan pak Ujang,dan dia juga sedih melihat gerobak pak Ujang sudah hancur,karena putri juga tau itu jalan pencaharian pak Ujang sehari hari² nya untuk memenuhi kebutuhan anak dan istri nya. tiba²pria dan wanita pemilik mobil hitam itu pun keluar dengan angkuh nya,tanpa melepas kaca mata yg terpasang d hidung mancung nya,pria dan wanita itupun menghampiri putri dan pak Ujang. hey,pak tempat ini bukan untuk jualan,dan jangan salahkan saya jika gerobak bapak Ter tabrak oleh saya,"kata pria itu dengan sinis nya. putri dan pak Ujang tak habis pikir,bukan nya minta maaf dan malah memarahi pak ujang dengan angkuh nya. sekarang tolong bersihkan grobak butut ini,karma saya tidak mau mobil kesayangan saya terkena kotoran oleh grobak butut ini,"ujar pria yg memakai pakaian berjas itu. putri menganga mendengar kata2 pria itu,bukan nya minta maaf malah menghina,putri pasti yakin orang ini pasti orang kaya,dan harus nya bisa bertanggung jawa ke pada pedagang kecil seperti pak Ujang,bukan nya malah menghina. kau sadar yg kau ucapkan bapak yg terhormat,dengan berani putri berkata seperti itu kepada pria yg tak lain Raka Wijaya itu.. aku tak menyangka ada orang kaya arogan seperti kau,"ujar putri dengan berapi2 bukan nya minta maaf malah kou menghina bapak ini,semua orang d sini juga tahu yg salah itu mobil kou yg tidak hati2,jangan menyalahkan grobak dan pemilik grobak ini yg sedang mencari rezeki begini,aku tau tempat ini buka untuk berjualan,tapi selagi belum ada polisi yg melarang nya ,kenapa tidak,lagian jalan ini luas,kau lah yg harusnya berhati2 Raka,yg mendengar kata² wanita itu menjadi kesal,dan dia melepas kaca mata yg membingkai mata tajam nya itu,lalu dia menatap ke pada putri,dengan tatapan mematikan.tapi putri tidak takut malah membalas tatapan mata itu dengan lebih tajam nya. dasar orang miskin,berkata begitu agar bisa mendapatkan uang,"ujar Raka sambil berdecih. hey kou jangan mentang² kami orang miskin da kamu orang kaya bisa se enaknya berkata begitu ke pada kami,kami memang orang miskin tapi kami punya harga diri,"ujar putri. kau butuh uang berapa,biar aku kasih,"ujar Raka sambil menggambil dompet tebal nya. kami bukan butuh uang mu,kami hanya butuh permintaan maaf darimu karena memang kamu yg salah," kata putri nak sudah,bapak tidak apa2,pak Ujang itu membuka suara untuk menghentikan semua nya. hah!minta maaf,tidak sudu aku,seharusnya jika kalian,tidak membutuhkan uang,tidak akan memperbesar masalah ini.,"ujar Raka sambil mengambil bberapa uang d dompetnya da menaruh nya d aspal ,"tuh ambil uang nya," ayo,ajak Raka kepada Agnes sambil memasuki mobil nya ,"dasar pria arogan,orang kaya belagu,gigi putri bergelatuk sambil melihat mobil Raka yg semakin menjauh... Hay Mimin hadir lagi,jangan lupa like nya,biar Mimin makin semangat untuk berkarya,maaf bila ada kata yg kurang mengerti.. salam hangat dari Mimin..???
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD