Camilla kembali membuka mata, tubuhnya terasa lebih segar dan dalam keadaan baik-baik saja. Wanita itu mencoba mengingat apa yang terjadi padanya, tetapi sial karena ia hanya mengingat jika terakhir berada di tempat yang sangat asing. Ruangan itu bercahaya remang, suhu udara cukup hangat, dan aroma buah segar yang menenangkan. Camilla merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya. Ada dua orang yang sedang berbaring di dekatnya, dan hal tersebut membuat Camilla gugup. Ia menelan ludahnya, kemudian mencoba memberanikan diri menatap ke samping kiri. “Ibu?” gumam Camilla saat melihat wajah ibunya. Ia merasa ada yang salah dengan dirinya saat ini, wajah wanita yang ada di dekatnya terlihat begitu berbeda dari biasanya. Yang Camilla tahu sang ibu akan menggunakan polesan make-up yang tebal. Teta

