“Kau bilang apa?” Leonard mendekat lalu berjongkok dan memegang dagu Laura, “Kau bilang aku psikopat? Aku gila?” “Iya, kau gila kau memang psikopat. Kau tidak memiliki hati, kau bahkan tidak bisa menimbang perasaan seseorang. Lalu jika bukan seorang psikopat, julukan apa yang pantas untukmu?” Tiba-tiba saja Leonard meneteskan air mata, “Kalian hanya mementingkan perasaan kalian sendiri, kalian tidak pernah berpikir tentang bagaimana perasaanku. Kalian yang jahat.” ucapnya, ia mundur lalu duduk berselonjor dengan tangan diletakkan di salah satu lututnya. “Aku hanya ingin dicintai dengan tulus, aku hanya ingin mendapatkan kasih sayang. Apa itu salah?” tanyanya. “Tidak, tapi caramu yang salah. Kau pernah dikhianati dan terluka, lalu kau menyamaratakan semua orang yang kau kenal, dan kau me

