Setelah sampai rumah, Reza meminta agar Arumi menutup matanya. Dengan bantuan tangannya sendiri, ia menutup mata istrinya itu dari arah belakang. Kemudian menuntun istrinya itu berjalan menuju kamar mereka. Ah, lebih tepatnya kamar Arumi yang berada di. Bawah. Perlahan, mereka jalan selangkah demi selangkah hingga akhirnya sampai di ambang pintu kamar. Reza memberi instruksi agar Arumi tetap berdiri di sini dengan mata yang masih tertutup. Arumi mengangguk dengan penuh penasaran ingin segera membuka matanya. Reza pun membuka pintu, kemudian ia menuntun Arumi menuju atas ranjang. Dia mendudukkan istrinya itu. "Sekarang boleh buka mata," ujar Reza. Arumi perlahan membuka matanya. Satu kotak hadiah berukuran besar tersimpan di atas ranjang. Arumi menautkan kedua alisnya heran. "Selamat d

