Bab. 14. Tiraning Kinayum.

1377 Words

"Pak, Nona Anandini sudah sampai," ucap Ghavi kepada Dastan. Dastan langsung menatap ke arah asistennya, sedangkan Ghavi mulai bergeser agar tidak menghalangi Anandini yang berada di belakangnya. Tatapan Dastan terus tertuju pada Anandini yang juga menatap ke arahnya tanpa rasa takut bahkan segan. Membuat lelaki itu sedikit tersenyum karena melihat keberanian tamu wanita di hadapannya. "Pesan makan siang yang paling enak dan jangan lupa minumannya!" titah Dastan kepada sang asiaten. "Baik, Pak!" Ghavi akhirnya pergi, dan Anandini langsung maju dua langlah agar sedikit lebih dekat dengan Dastan. 'Rupanya dia sangat tampan dan terlihat tegas,' monolog dalam hati. "Silakan duduk Nona Anandini!" Anandini mengangguk sambil melepas kaca mata, dia duduk di sofa begitupun Dastan. "Langs

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD