Bab 36

1636 Words

Langkah demi langkah membawa mereka menuju gelombang cahaya yang kini kian mendekat. Bukan gelombang yang memecah atau menghancurkan, melainkan sesuatu yang hidup—penuh kesadaran, seperti lautan yang tahu siapa yang berdiri di tepinya. Airnya bukan air biasa. Ia transparan, tapi memantulkan warna-warna yang belum pernah ada dalam spektrum mata manusia. Aetheria mulai membentuk hukum dan hatinya sendiri. Tapi sebagaimana semua dunia baru, ia rapuh. Ketika Elara, Elias, Selena, dan Aren menyentuh tepi gelombang itu, tubuh mereka tidak basah, melainkan terserap—seperti dipanggil untuk menyelami lebih dalam. Mereka tidak tenggelam. Mereka berpindah. ** Mereka berdiri di atas permukaan air, dikelilingi oleh langit yang tidak bergerak. Di bawah kaki mereka, refleksi diri yang tidak serupa de

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD