Scent of The Devil Chapter 11 Jemari tangan Mazen terulur menyentuh anak-anak rambut yang sebagian menutupi wajah Maara, ia menyingkirkannya untuk melihat wajah damai Maara saat terlelap. Ada rasa bersalah merayap dalam hati Mazen melihat wajah menawan itu. Ia menghela nafasnya, menarik jari-jarinya tapi tidak beranjak sedikitpun dari kamar Maara. “Maaf telah melibatkanmu.” Mazen mengatakannya dengan lirih, berharap Maara tidak akan terganggu dengan kehadirannya. Telapak tangannya saling bertaut dan menggenggam dengan erat. Angan-angan Mazen kembali pada saat dia bertemu dengan kakaknya tempo hari. “Aku menunggu ucapan terima kasih darimu, Adik.” “Lokra,” Lokra tersenyum samar, berdiri tegak menjauh dari dinding tempatnya bersandar. Mendekat pada Mazen hingga kedu

