“Wah, dapet mangsa baru ini. Teman adeknya dipepet juga, terus diporotin pastinya! Abis ini kira-kira siapa lagi ya?” seru salah satu tetangga Renata dengan nada keras, sengaja agar Renata mendengar ucapannya. Renata hampir turun dari motor Lucas untuk menghampiri orang yang baru saja menyindirnya. Ia sudah geram ingin mencakar wajah orang-orang menyebalkan di sekitarnya. Mereka semua seperti orang yang sudah suci dari dosa saja. Renata bisa saja diam seperti biasa, namun kali ini ia ingin angkat bicara karena sudah terlalu muak. “Ren, Ren udah. Nggak usah diladenin, nanti mulut mereka capek sendiri,” ucap Lucas sembari menarik pergelangan tangan Renata. “Tapi mereka kurang ajar! Paling enggak aku tampar mulutnya! Biar tau gimana panasnya telapak tangan aku,” geram Renata. “Udah ya,

