"Udahlah Sar, Nadine kan nggak sepenuhnya salah. Dia juga nggak tahu kalau lo nyoba hubungi dia karena hapenya rusak. Kalau nggak rusak, udah pasti Nadine juga bakal ngangkat panggilan dari lo." Edo berbicara panjang lebar, "coba sekarang bayangin, posisi lo dibalik sama Nadine. Bakal sama aja Sar. Lo nggak bisa egois gini, gue tahu kalau lo kecewa, tapi ya nggak gini juga Sar. Nadine bukan sengaja ngelakuin itu semua." Jam istirahat kali ini, Edo memosisikan diri sebagai penengah untuk meredakan ketegangan antara Sarka dan Nadine. Edo paham kalau Sarka sedang menahan amarahnya, tapi menurut Edo, Sarka juga tidak bisa menyalahkan Nadine begitu saja. Edo mendesah panjang, ditepuknya pundak Sarka sekali lagi. "Jangan egois Sar, kita selesaikan masalah ini baik-baik dan pikirin jalan kelu

