"Gue ada di mana?" Dengan bibir bergetar dan suara tercekat, Sarka bergumam pelan. Ia menolehkan wajahnya ke kanan dan ke kiri, menatap sekelilingnya. Sarka sudah merasakan jika jantungnya terlalu cepat bergerak. Sarka kebingungan sendiri, ia tidak tahu ada apa dengan dirinya. Dan kenapa tiba-tiba saja ia berada di tempat gelap seperti ini? Sarka sudah mulai ketakutan, bulu kuduknya berdiri semua. "Hallo? Ada orang di sini?" Sarka bersuara lagi, kali ini ia memberanikan diri berucap keras dan tegas, sangat berharap apabila ada orang lain yang menyahut ucapannya. Tapi, hasilnya nihil. Tidak ada siapapun di sini. Hanya Sarka seorang saja. Fakta satu ini membuat Sarka semakin membulatkan matanya, jantungnya berdetak kencang, keringat dingin sudah mulai turun membasahi permukaan leher dan p

