"Nah Nadine, sekarang kamu boleh duduk di bangku belakang yang kosong itu. Nggak pa-pa kan sendiri?" Nadine menoleh menatap wali kelasnya, kemudian ia tersenyum seraya mengangguk kecil. "Nggak masalah kok bu, makasih," ucapnya pelan. Nadine kemudian mengangguk sopan dan mulai berjalan menuju bangku paling pojok yang memang kosong. Ketika ia sudah hampir sampai, Nadine kaget ketika tatapannya bersirebok dengan cowok yang ada di rooftop saat istirahat tadi. Mereka saling pandang sejenak, sebelum akhirnya Nadine memilih untuk melanjutkan langkahnya. Jujur saja, Nadine merasa malu karena sudah salah mengira bahwa cowok yang duduk tepat dihadapannya ini tidak berniat mengakhiri hidupnya. Tapi, syukurlah kalau seperti itu. Dilihat dari raut wajahnya, cowok tadi terlihat sangat masih kesal

