Sarka terjatuh ke lantai ketika matanya menangkap sesuatu yang tidak asing. Sarka bergerak mundur, ia diam dengan sorot mata yang mengarah ke bawah. Sarka mengerjapkan matanya. Tidak, ini tidak mungkin terjadi. Tapi, Sarka merasa bahwa barusan dirinya tidak salah melihat. Dengan perasaan was-was dan jantung yang semakin berdebar kencang, Sarka pun bangkit berdiri dan menelan ludahnya. Tatapannya ia arahkan kembali ke meja belajarnya. Dan ... Apa yang ia lihat masih ada di sana. Buku catatan pribadi miliknya ada di atas meja, terbuka lebar begitu saja, menunjukkan tulisan Metta dan Arial yang ditulis menggunakan darah. Sarka tidak mungkin salah lihat. Itu jelas memang buku miliknya. Tapi, kenapa bisa ada di meja belajarnya? Ini terasa aneh dan ganjil. Tidak mungkin kan buku itu bisa j

