Dengan napas tersengal-sengal, Sarka duduk di kasur. Ia baru saja diserang oleh mimpi buruk yang begitu mirip dengan mimpi waktu itu. Mimpi ketika di mana Sarka berada di tempat gelap gulita, lalu ia menjumpai cahaya merah yang rupanya adalah sesosok makhluk perempuan dengan wajah menyeramkan dan berpakaian panjang serba merah. Tidak hanya itu, yang paling Sarka tidak tahu maksudnya adalah sesosok perempuan itu meminta Sarka mengembalikan sesuatu. Sesuatu apa yang dia maksudkan? Sarka tidak tahu. Jantung Sarka masih terpompa dengan cepat. Ia melirik jam dinding, pukul tiga pagi. Sarka mengelap keringat dingin yang membasahi pelipisnya. Sumpah, mimpi itu sangat menyeramkan. Sarka bahkan masih merasa takut sendiri. "Gue harus tenang, itu cuma mimpi." Sarka berkata pada dirinya sendiri, m

