“Are you okay?” Tanya Selena saat Hades baru saja membuka pintu kamarnya dengan ekspresi yang tak terbaca. Pria itu hanya bergumam sambil terus berjalan mendekat kearah Selena berada. Selena menggeser posisinya yang saat ini duduk bersandar dan memberikan ruang untuk Hades duduk disampingnya. Kepala Hades disandarkan pada bahu Selena dan ia terus berdiam diri, membiarkan suasana hening menghampiri keduanya. “Mereka sangat keterlaluan. Mencelamu secara terang-terangan, padahal tak seorangpun bisa memilih siapa yang akan menjadi orang tua mereka. Tapi setidaknya, kau masih punya papa yang sepertinya sangat menyayangimu.” Komentar Selena kemudian. Hades menghela nafasnya dalam. Ia menelusupkan satu tangannya kepinggang Selena dan satu tangan lagi melingkari perut wanita itu, memeluknya den

