BAB 06 Sinful Party

1921 Words
“Apa salahnya seorang adik ingin mengunjungi kakaknya?” Pria yang mengaku sebagai adik Hades itu balik bertanya. Ia kemudian mengajak wanita yang datang bersamanya duduk di kursi sofa depan meja kerja Hades. Wanita itu menatap Hades dengan senyum yang menggoda meskipun sambil menggenggam erat lengan adik Hades. “Pizdets!” Hades lagi-lagi mengumpat kesal. Ia berbalik dan kembali menatap Selena dibelakangnya yang wajahnya memerah akibat kegiatan mereka sebelumnya. Perlahan Hades membantu wanita itu turun dari atas meja lalu melepaskan jaket kulitnya. Jaket itu ia  kaitkan di pinggang Selena untuk menutupi kakinya yang tak lagi memakai celana. Setelah itu ia mengambil ponsel di saku celana dan menghubungi seseorang. Tak lama kemudian, James muncul dari balik pintu dan berjalan cepat kearah Hades dan Selena. “Jangan sampai mereka melihat atau mengetahui identitasnya!” Pesan Hades pada James dengan berbisik. Anak buah Hades itu mengangguk patuh dan mulai menuntun Selena yang belum sepenuhnya bisa berjalan untuk keluar ruangan. James juga berada disisi yang bisa menutupi wajah Selena dari kedua orang yang sedang duduk di sofa. “Possessive, huh?” Komentar adik Hades. “Bukan urusanmu!” Sinis Hades sambil bersandar di ujung mejanya. “Tidak perlu basa-basi, mau apa kalian kemari?” ---o0o--- Sementara itu di luar, James masih merangkul pundak Selena dan membantu wanita itu berjalan keruangan lain untuk menyembunyikannya dari kedua tamu Hades. Selena beberapa kali meringis karena kakinya terasa nyeri saat digunakan untuk melangkah. Namun ia tidak mengeluarkan suara keluhan sedikitpun. Selena sadar bahwa orang-orang itu akan sangat menyukai suara rintihan ataupun keluhan korbannya, dan ia tak ingin memberikan hal itu. James kembali membawa Selena ke ruang kesehatan dan mendudukkan wanita itu diatas brankar. Saat hendak kembali keluar, dengan agak ragu Selena menahannya. “Bolehkan aku tahu siapa mereka sampai aku harus disembunyikan?” James berhenti melangkah, ia berbalik dan menatap Selena datar. Ia kemudian bersandar pada dinding dengan menyilangkan kedua tangannya didepan d**a. “Jangan pernah membahas mereka di hadapan bos! Simpan ini untuk dirimu sendiri, paham?” James memperingatkan yang dibalas anggukan Selena. “Pria itu Milorad Orlov, adik bos. Ayah mereka sama tapi berbeda ibu. Lalu wanita itu, Jennifer Volkov. Dia dulu pacarnya bos sejak masih sekolah. Tapi kedua orang itu memiliki affair dibelakang bos. Jadi, kau bisa membayangkan bukan bagaimana hubungan mereka bertiga saat ini?” Selena terlihat membulatkan mulutnya sambil mengangguk-angguk paham. “Ya, aku tahu bagaimana rasanya dikhianati.” Gumam Selena. “Apa karena itu dia membenci wanita?” “Kau tidak perlu tahu sampai sejauh itu.” Balas James seraya kembali berjalan meninggalkan Selena seorang diri. Selena mencebik kesal karena diabaikan. Namun ia semakin terbiasa dengan hal itu, karena sudah hampir satu bulan ini ia sering diabaikan oleh orang-orang yang bertemu dengannya, dan mereka hanyalah Hades serta Rosalie. Baru hari ini saja Selena bisa bertemu orang lainnya. Rasa sakit di tubuh Selena masih mendominasi dan perutnya juga mulai keroncongan. Namun tak ada makanan disini. Ia hanya bisa makan saat Hades mengizinkannya makan. Benar-benar seperti seorang narapidana. Akhirnya Selena memilih untuk meredakan sakitnya dengan memejamkan mata dan tidur diatas brankar. ---o0o--- Selena merasakan dingin dan juga geli di kakinya. Tubuhnya juga terbaring dengan nyaman dengan kasur dan bantal yang lembut serta wangi. Perlahan Selena mengerjabkan mata dan mengamati keadaan sekitar yang terlihat berbeda dari sebelum ia tidur tadi.  Ia sangat hafal bentuk ruangan yang tak lain adalah kamarnya yang berada di rumah Hades. Kepala Selena kini menunduk memperhatikan kakinya yang terasa dingin. Ternyata, dibawah sana sudah ada Hades yang sedang duduk disampingnya. “Sedang apa?” Tanya Selena dengan suara serak khas bangun tidur. Hades mengalihkan perhatiannya dari kaki Selena dan menatap wajahnya. “Sudah bangun?” Selena mengangguk kikuk. “Sudah waktunya mengganti dressing lukamu.” Ujar Hades seraya melanjutkan kegiatannya mengobati kaki Selena. Kruyukk Suara perut kelaparan Selena terdengar nyaring, membuat siempunya menundukkan kepala karena malu. Sementara Hades tanpa sadar sedang tersenyum simpul. “Wajar perutmu bunyi, kau melewatkan makan siangmu.” “Sekarang jam berapa?” Tanya Selena. “Sudah waktunya makan malam. Kau tidur lama sekali.” “Bagaimana aku bisa ada disini lagi?” “Menurutmu?” Hades yang sudah selesai mengganti dressing di kaki Selena kini memusatkan perhatiannya pada wanita itu. “Kau yang memindahkanku? Dengan motor itu?” Hades terkekeh mendengar pertanyaan konyol itu. “Ada banyak mobil disana, aku memakainya. Lagipula, mana bisa aku membonceng orang tidur dengan motor?” “Ooh.” “Rosalie sudah menyiapkan makan malammu, makanlah!” Perintah Hades seraya turun dari ranjang. Selena menarik tubuhnya hingga duduk bersandar di sandaran ranjang. Kepalanya menoleh kearah nakas yang berisi makan malamnya. Diatas nampan ada tuna panggang, mashed potato, salad sayuran, dan segelas s**u. Selena hanya mengambil salad di mangkuk dan mulai memakannya. Hades yang melihat itupun mengernyitkan dahinya keheranan. Ia tak habis pikir, Selena sudah sekurus itu tapi masih memakan sayuran saja. Ditambah lagi tadi dia juga tidak makan siang. Bayangkan saja betapa kurusnya seorang gadis yang memiliki tinggi 171 cm dan beratnya hanya 43 kg. Sudah seperti terkena anoreksia saja.  Namun, Hades kemudian teringat laporan Rosalie yang mengatakan bahwa Selena seringkali menyisakan makanannya. Iapun kembali mendekat kearah Selena yang sedang fokus makan. “Kau sedang diet?” Tanya Hades. Selena mengangkat kepalanya dan melihat Hades yang masih ada di kamarnya. Padahal tadi ia pikir pria itu sudah pergi lagi. “Tidak.” Jawab Selena sambil menggelengkan kepalanya. “Kenapa tunanya tidak dimakan?” “Apa aku harus memakannya?” “Aku menyediakannya untuk dimakan, bukan dibuang!” Selena menghela nafasnya dalam. Dengan ragu-ragu ia mengambil piring tuna itu dan mulai memotong dagingnya. Saat akan memasukkan kedalam mulut, ia kembali menatap Hades untuk meyakinkan pria itu. “Benar-benar harus makan ini?” Tanya Selena. “Apa susahnya tinggal memasukkannya kedalam mulut?” Wanita itu kembali menghela nafasnya. Dengan perlahan dan tangan gemetar ia mulai memasukkan ikan itu kedalam mulutnya. Rasanya memang sangat enak dan dagingnya juga lembut. Namun Selena tidak lama mengunyahnya dan langsung menelannya dengan agak kesulitan. Tanpa pria itu sadari, bibirnya melengkung keatas saat ia berhasil membuat Selena memakan makanannya. Namun, tak lama kemudian ia malah menjadi begitu panik dan langsung menghambur kearah Selena saat wanita itu tiba-tiba kesulitan bernafas dan terus tersengal. Kedua tangan Hades meraih pundak Selena dan mengguncang-guncangkannya untuk menyadarkan wanita itu. “Selena, kau kenapa? Bernafas Lena!” Pria itu terus mencoba menyadarkan Selena.   “Rosalie! Panggil dokter Evans kesini sekarang!” Teriak Hades panik. Wanita itu terus memegang lehernya berusaha mencari udara untuk mengisi kerongkongannya yang terasa terbakar. Melihat Selena yang semakin kesulitan bernafas, akhirnya Hades berinisiatif untuk memberikan nafas buatan untuk Selena. Tak hanya sekali karena wanita itu masih terus meronta hingga hampir kehilangan kesadaran. Hades kembali menempelkan bibirnya pada bibir Selena dan mengalirkan udara kedalam mulut wanita itu. Untunglah dia bukan perokok sangat aktif yang hanya sesekali menghirup bungkusan nikotin itu saat suasana hatinya sedang sangat buruk saja. 10 menit kemudian, dokter Evans datang dengan tergopoh-gopoh dan langsung menuju ke kamar Selena. Wanita itu selamat berkat nafas buatan yang diberikan oleh Hades. Namun kondisinya sangat lemah hingga tak sadarkan diri. “Dia tiba-tiba sesak nafas saat makan.” Ujar Hades menjelaskan pada dokter Evans yang sedang memeriksa keadaan Selena. “Apa yang nona ini konsumsi tuan?” Tanya dokter Evans. “Itu, ada dimeja!” Hades menunjuk dengan dagunya. Ia terlalu lelah bahkan untuk menggerakkan jarinya setelah kepanikan yang menderanya tadi. Dokter Evans memeriksa nampan makanan Selena. “Mungkin nona alergi, tuan. Saya akan mengambil sampel darahnya untuk melakukan tes alergi supaya anda mengetahui makanan apa saja yang sebaiknya tidak dikonsumsi oleh nona.” Hades langsung menyugar rambutnya dengan tangan kanan. Ia menyadari jika ini kesalahannya yang memaksa Selena memakan tuna. Padahal Selena sudah terlihat ragu bahkan enggan untuk memakannya. ‘Kenapa tidak bilang kalau alergi?’ Batin Hades kesal. ---o0o--- Lima hari sudah Selena merasa harinya begitu tenang meskipun ia kembali terpenjara didalam kamar. Namun ia sama sekali tidak protes karena selama itu pula Hades tidak mengganggunya, atau lebih tepatnya tidak menemuinya sama sekali. Kondisi Selena sudah benar-benar pulih saat ini. Selama lima hari itu pula Rosalie selalu merawatnya meskipun masih dengan muka datar dan tak banyak bicara. Siang ini, Rosalie kembali masuk ke kamar Selena membawakan nampan makan siang dan juga sebuah paper bag berisi pakaian. Sejak dokter Evans memberitahu Hades tentang alergi Selena, wanita itu tak lagi pernah mendapatkan kiriman makanan laut dalam bentuk apapun. Karena ia memang alergi pada semua jenis seafood bahkan rumput laut. Belum lagi selera makan yang sama persis dengan kakak ketiganya serta sang ayah yang terlalu pemilih makanan, membuat Selena seringkali kesulitan menyesuaikan lidahnya dengan makanan baru. “Ini pakaian yang harus anda kenakan nanti malam. Tuan akan menjemput anda pukul 9.” Ujar Rosalie menyerahkan paper bag ditangannya pada Selena. “Mau kemana?” Wanita paruh baya itu hanya menggeleng tanda tak paham. Tangannya kemudian meraih nampan bekas sarapan Selena tadi dan membawanya keluar. Tak lupa ia juga kembali mengunci pintu kamar Selena dari luar. “Apa lagi rencananya?” Gumam Selena seraya membuka paper bag itu dan mengambil isinya. Ada sebuah dress bertali spaghetti dengan panjang setengah lutut berwarna hitam serta heels dengan warna senada. “Dia gila memintaku memakai dress ini keluar saat sedang turun salju? Mau membuatku mati membeku?” Wanita itu melempar dress dan sepatunya keatas ranjang dengan acuh. Kini netranya terfokus pada nampan yang berisi daging sapi panggang, kentang goreng, serta jus jeruk. Tanpa mau memikirkan rencana Hades, Selena pun mulai menikmati makan siangnya yang nikmat. ---o0o--- Seperti yang telah disampaikan oleh Rosalie, pria itu benar-benar kembali menemui Selena dan menjemputnya. Lima hari tidak bertatap muka, rasa canggung dan kikuk itu kembali hadir dalam hati Selena. Dan jangan lupa perasaan takut yang belum pernah sedikitpun hilang setiap kali Hades menatapnya tajam, serius, dan dingin. Seperti saat ini. Saat pria itu baru saja membuka pintu kamar Selena. “Cepat keluar!” Perintahnya tegas yang tak menginginkan bantahan. “Kau yakin akan membawaku keluar dengan pakaian seperti ini?” Selena yang telah rapi menggunakan LBD yang dikirimkan oleh Hades terlihat sedang merajuk. “Kenapa? Cocok kau pakai.” “Oke, fine! Sesuai dengan yang kuharapkan, aku bisa mati lebih cepat karena membeku.” Balas Selena sarkas seraya berjalan keluar kamar. Hades memutar bola matanya malas. Ia menyusul Selena yang sudah berjalan lebih dulu kearah pintu luar. Dengan ogah-ogahan, tangannya menyambar sebuah kain berwarna beige yang tergeletak diatas kursi lalu melemparkannya pada Selena. Selena menghentikan langkahnya. Ia meraih kain yang dilemparkan oleh Hades dan membukanya. Sepasang iris berwarna biru gelap itu langsung berbinar-binar melihat kain yang sebenarnya adalah coat tebal dengan label brand Gucci sepanjang lutut. “Ini milikku!” Pekik Selena seraya mengenakan coat yang merupakan satu-satunya barang miliknya yang terbawa sampai ke Rusia. “Cepat jalan!” Hades menarik Selena keluar penthouse dan mereka segera menuju basement kearah mobil sport pria itu. ---o0o--- “Kita mau kemana?” Tanya Selena setelah beberapa saat terdiam selama perjalanan. “Apa hanya itu kalimat yang bisa kau tanyakan setelah lima hari tidak bertemu denganku?” Hades balik bertanya. “Memangnya apa lagi yang bisa kutanyakan?” “Kau tidak merindukanku?” Selena memutar bola matanya. “In your dreams.” “Sayang sekali. Padahal aku sangat merindukanmu, apalagi Hades junior.” Balas Hades dengan kerlingan nakal membuat Selena seperti ingin muntah saja. “Dan akan kupastikan dia tidak akan kedinginan lagi mulai malam ini.” “Svoloch’!” Hades langsung mengalihkan pandangannya yang semula fokus menatap jalanan jadi menatap Selena. Ia terkejut mendengar wanita itu mengucapkan kata umpatan dengan aksen yang begitu tepat. “Darimana kau belajar mengumpat?” Tanya Hades tajam kemudian kembali fokus kearah jalanan. “Poshyel k chyertu.” “Terus saja mengumpat! Kau akan mendapatkan balasannya sebentar lagi!” Hades tersenyum miring dan menginjak pedal gas lebih dalam sehingga mobilnya semakin cepat membelah jalanan kota. ---o0o--- Musik keras khas club malam terdengar memekakkan telinga. Hades segera menarik tangan Selena menuju kedalam ruangan yang langsung membuat Selena seperti terkena serangan jantung saking kagetnya. “Kalau kau ingin baik-baik saja, jangan jauh-jauh dariku dan ikuti semua perintahku!” Seru Hades keras karena ruangan ini begitu ramai. Jika saja ini adalah club pada umumnya, mungkin Selena akan biasa saja. Namun ini berbeda. Sangat berbeda sampai-sampai Selena ingin segera kabur saja dari sana. Puluhan bahkan mungkin ratusan orang sedang berpesta dengan berbagai minuman beralkohol, makanan berserakan dilantai, musik DJ yang suaranya beradu dengan suara lenguhan, desahan, dan jeritan setiap orang yang tak lagi memakai pakaian. Dengan tak ada malunya mereka berhubungan seksual secara masal, berganti-ganti pasangan, bahkan dengan orang yang mungkin saja tak mereka kenal. ‘Bagaimana kalau satu saja diantara mereka ada yang terkena penyakit kelamin?’ Hanya itu yang kini bisa dipikirkan Selena. “Kenapa kita ada disini? Kau tidak bermaksud untuk – melakukan itu, kan?” Tanya Selena berhati-hati. “Aku ada urusan bisnis dengan penyelenggara pesta ini.” Jawab Hades yang sedang mengedarkan pandangannya mencari seseorang. “Menurutlah! Atau aku akan memberikanmu pada anjing-anjing kelaparan itu untuk ikut memakanmu!” Glleekkk Selena menelan nafasnya kasar. Saat Hades kembali menarik tangannya, ia hanya bisa mengikuti dari belakang sambil menundukkan pandangannya yang tidak ingin melihat kegilaan pesta seks yang menjijikkan itu. Selena berjanji pada dirinya sendiri untuk tak akan pernah lagi menginjakkan kakinya ke tempat seperti ini. ---o0o---
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD