“Ada satu hal yang harus kalian tahu.” Ujar Selena kemudian yang membuat perhatian semua pasang mata tertuju padanya. “Aa-aku," Selena menjeda kalimatnya. "Hh-hamil.” ---o0o--- Dua kata, satu kalimat, sebuah pengakuan yang membuat siapapun yang mendengarnya hanya bisa mematung tanpa bisa berbuat apa-apa. Keheningan menemani pagi hari yang hangat di halaman belakang mansion mewah itu. Suara jalanan yang ramai, semilir angin, dan deburan ombak saling beradu seolah ingin memecahkan kesunyian yang tercipta diantara kedua keluarga ini. “Ll-lima minggu.” tambah Selena ragu. Namun ia masih belum mendapatkan reaksi apapun. Pada titik ini, kemarahan ayah atau kakak-kakaknya terasa lebih baik daripada sebuah keheningan yang memekakkan. “Belum ada yang tahu selain aku dan dokter yang merawatku.

