Masalah kecil

1030 Words
"Sudahlah, dicoba dulu." Ucap Lin Tian yang menghiraukan pikirannya. Lin Tian mulai mencabut tanduk dari kepala naga itu, tanduk itu cukup besar, seukuran dirinya sendiri. "Ha!" Dia memfokuskan kekuatannya pada lengan yang hendak menarik tanduk naga itu. Namun hal itu berbeda dari ekspektasinya, tanduk itu sangat mudah dicabut dari kepala naga itu. "Apa ini? Apakah karena naga ini telah lama mati? Yah itu bagus." Ucap Lin Tian dengan nada bingung. Lin Tian mulai mengambil hal hal yang dia inginkan, tanduk, taring, mata, sisik, dan beberapa tulang sudah dia ambil dari tempatnya. Dia mengambil semua itu dan ditaruh ke cincin penyimpanannya. "Sepertinya aku perlu membeli cincin penyimpanan yang lebih luas." Cincin penyimpanannya berukuran 10 meter kubik, untuk menyimpan hal hal diatas, ruangannya hampir penuh. Dia bahkan mengeluarkan hal hal yang sebelumnya ada di dalamnya, seperti makanan dan batu roh. Mata uang di dunia ini berupa koin emas dan perak, satu keping koin emas bernilai sepuluh koin perak. Dan harga satu buah cincin penyimpanan juga sangat mahal, untuk satu meter kubik harga berkisar 1.000 koin emas, lalu sepuluh meter kubik berharga 10.000 koin emas. Jika dia ingin membeli seratus meter kubik, dia memerlukan 100.000 koin emas, itu adalah angka astronomi bagi manusia biasa. Namun dengan kerja keras tubuh ini sebelumnya, dia mampu membeli satu buah cincin 10 meter kubik yang sangat hebat bagi manusia biasa. ...... "Saatnya keluar dari hutan ini." Lin Tian berpikir demikian, karena dia telah mendapatkan hal hal yang sangat berharga disini. Berjalan menyusuri hutan, akhirnya Lin Tian menemukan jalan keluar. Dia menuju kesana dan ternyata itu adalah wilayah yang sebelumnya dia tinggali. "Aku perlu mandi dan menggunakan pakaian baru." Dia berpikir dan berjalan ke depan. "Hei tuan pedagang!" Tiba tiba teriakan dingin terdengar di belakangnya. Lin Tian menoleh, terlihat 5 orang dengan tampang preman menuju ke arahnya. 'Oh, aku ingat orang orang ini' "Tuan pedagang, kamu sudah satu minggu ini menghilang, tagihanmu sudah menumpuk dan sekarang kamu perlu membayarnya 40% dari total pendapatan mu." Salah satu dari mereka menyeringai ke arah Lin Tian. Lin Tian mengenali orang orang ini, bisa dibilang mereka adalah orang yang menguasai wilayah ini. Alasan mereka meminta uang adalah sebagai uang sewa untuk tinggal di sini, Lin Tian pada awalnya menolak untuk membayar, dia mengalahkan semua preman itu, namun tidak dengan bos nya yang setingkat qi foundation. Dia tinggal disini lebih lama karena di wilayah inilah banyak sekali batu roh yang bisa ditambang. "Bagaimana jika aku tidak mau." Lin Tian menatap orang itu dengan tenang, namun aura yang dia keluarkan tidak bisa disembunyikan. Merasakan aura yang dilepaskan oleh Lin Tian, Hu Tao yang selaku bos itu terkejut. Dia mengenali aura ini, aura ini biasa dilepaskan oleh atasannya untuk menundukkan bawahan. "Huh! Bos, berani sekali orang ini, mari kita hajar bersama." Salah satu bawahan itu merasa kesal terhadap perkataan Lin Tian. "Benar, sepertinya dia perlu dihajar sekali lagi!" Satu lagi bawahannya juga mengepalkan kedua tangannya. "Baiklah anak anak, tangkap dia untukku hidup hidup!" Hu Tao menatap sebentar ke arah Lin Tian, lalu memutuskan. "Haha, siap bos kami ak..." "Wooosh!" Namun sebelum mereka selesai berbicara, semburan api mengenai mereka secara bersamaan hingga mereka terbakar. Tidak lain itu adalah ulah Lin Tian. "Aaaarrghh ap-apa ini!." "Tolong!" "Air! Air! Air!" Teriakan nyaring terdengar sangat keras, mereka terbakar seperti ayam panggang dalam kobaran api yang besar. "B-bos tolong!" "Tolong kami!" "b******n, apa yang kamu lakukan pada mereka?" Hu Tao berteriak dengan nada marah. Dia tidak mengharapkan hal ini, sebenarnya dia tadi berpikir mungkin Lin Tian menyembunyikan sesuatu, tetapi dia melupakan pikiran itu, dia pernah menghajar Lin Tian dengan mudah, jadi dia tidak berpikir apakah Lin Tian adalah seorang kultivator kuat. Namun saat ini dia merasa ada yang aneh dari Lin Tian, selain karena penampilan dan perawakannya yang berubah, aura yang dikeluarkan Lin Tian juga membuatnya sedikit merinding. "Jangan banyak bicara, mereka hanya segerombolan anjing, mari kita selesaikan masalah kita berdua." Ucap Lin Tian dengan tenang. "b******n sombong, kamu akan menyesali ini!" Hu Tao pada akhirnya melupakan pikiran bahwa Lin Tian adalah kultivator yang menyembunyikan kekuatannya, saat ini dia termakan oleh amarah. Dia melepaskan pakaian atasnya, memperlihatkan badan tubuh yang kekar dan berotot. Dia melepaskan aura yang besar hingga api yang membakar anak buahnya perlahan ikut padam. "Bos tolong bunuh orang ini!" "Tidak, mari kita cincang dia seperti ayam!" "Orang ini sudah tamat, dia akan dibunuh oleh bos!" Satu persatu anak buah itu berkata dengan keras sambil meneriaki Lin Tian. "Diam!" Hu Tao berteriak ke arah para anak buahnya dengan dingin. Mereka semua juga patuh untuk diam. ....... Lin Tian dan Hu Tao saling berhadapan saat ini, namun Lin Tian tidak menempatkan Hu Tao di matanya, dia menganggap Hu Tao hanya badut yang lewat. Merasakan tatapan Lin Tian yang terlihat merendahkannya, Hu Tao sangat marah. "Aku akan membunuhmu!" Hu Tao maju ke depan dan melayangkan tinjunya ke arah kepala Lin Tian. Namun sebelum tinju itu mengenai Lin Tian, sebuah telapak tangan tak terlihat dicetak di bagian dadanya. Bang! Telapak tangan itu menembus d**a Hu Tao sekaligus mengenai jantungnya. "Uhuk!" Hu Tao berlutut, lalu batuk mengeluarkan darah dari mulutnya, bagian kiri dadanya berlubang, berbentuk telapak tangan. Itu adalah kekuatan supernatural Lin Tian bernama 'Emperor's Hand' sebuah energi tak terlihat berwarna putih seperti kabut yang berbentuk telapak tangannya sendiri. Dia bisa mengendalikan dan memanipulasinya sesuka hati. ....... Hu Tao menatap Lin Tian yang menatapnya dengan dingin, dari tatapannya, sepertinya Lin Tian tidak menempatkan dirinya di matanya. Pada akhirnya dia tersungkur di tanah dengan ekspresi wajah yang syok. "I-ini tidak mungkin." Di sisi lain para anak buah Hu Tao memandang Hu Tao yang telah mati dengan mata tidak percaya. Bos nya adalah kultivator kuat di ranah qi foundation, mereka tidak pernah berpikir bahwa Hu Tao akan kalah. Saat ini mereka bersiap untuk kabur, tetapi tatapan dingin Lin Tian menjelaskan bahwa mereka tidak bisa. "To-tolong biarkan kami pergi." "Ka-kami minta maaf." Namun Lin Tian menghiraukan permintaan maaf mereka, dia melambaikan tangan kanannya dengan ringan, dan kobaran api yang lebih besar muncul menyembur ke arah orang orang itu. "Arrgrhhh." "Ahhhhrgh." Teriakan yang nyaring terdengar sangat keras, namun Lin Tian hanya berjalan meninggalkan mereka. ....... Setelah beberapa menit berjalan, dia akhirnya menemukan penginapan yang sebelumnya dia tinggali. Kembali ke ruangannya, dia pergi mandi, berpakaian, dan bercermin.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD