Siapa Gadis itu?

1042 Words
“Astaga, rupanya ada satu orang lagi yang memanggilku dengan nama aneh itu.” gumamnya, tidak ingin terlibat lagi dalam masalah baru karena orang yang mengenal Arabella, Ariana pun kemudian bangun dan bergegas untuk pergi. Darshan yang masih terkejut hanya terpaku melihat Ariana pergi meninggalkannya. “Arabella …dia mirip sekali dengan Arabella. Aku pasti sedang tidak bermimpi kan? Atau … apakah aku terlalu merindukan putriku.” gumamnya lalu kemudian ia pun pergi meninggalkan rumah sakit itu. Pikirannya masih bingung, ia tidak tahu apa yang dilihat adalah seorang gadis yang sangat mirip dengan Arabella ataukah hanya pikirannya saja yang terus tertuju padanya. Ariana sendiri, ia tidak mau sampai memiliki masalah dengan orang yang mengenal Arabella. Bahkan sekarang saja ia harus masuk ke dalam hidup Abimanyu dan menjadi Arabella hanya demi kesembuhannya. Dan bagi Ariana, hal ini cukup sulit ia lakukan. Mengingat kalau Abimanyu adalah seorang pria depresi. Ia tidak tahu bagaimana cara menghadapinya. Karena Syahima pun pernah berkata kalau sewaktu-waktu Abimanyu bisa saja mengamuk dan melukai orang-orang yang ada didekatnya. Namun, Ariana berharap semoga saja hak itu tidak terjadi. Dan ia bisa segera menyembuhkan Abimanyu dan kembali ke kehidupan normalnya seperti biasa. Disana Ariana menunggu ibunya yang sedang melakukan operasi, perasaannya tak karuan saat ini. Ia tidak tenang dan terus berdoa semoga operasinya berhasil. Dan ibunya bisa segera sembuh dari sakitnya. Setelah hampir 3 jam ia menunggu akhirnya, dokter pun keluar dan mengatakan kalau operasinya berhasil dilakukan. Namun, ibunya harus beristirahat dan belum bisa ditemui untuk sementara. Karena ibunya perlu istirahat untuk proses penyembuhan. Karena tidak ada yang bisa ia lakukan, Ariana pun kemudian pulang rumah Abimanyu. Pria itu pasti sudah menunggunya sejak tadi. Semoga saja ia tidak marah dan tidak melakukan hal yang menakutkan pikirnya. Sesampainya di rumah bisa Ariana lihat kalau Abimanyu tengah duduk di kursi taman di halaman luas rumah. Pria itu terus menatap ke arah depan seperti sedang menunggu seseorang. Dan saat ia melihat Ariana, tiba-tiba pria itu tersenyum ke arahnya. Ia pun bangkit dari duduknya dan segera menghampiri Ariana. “Ya ampun, apa dia sedang menungguku?” gumam Ariana lalu berjalan menuju Abimanyu. Setelah mereka berhadapan, Abimanyu langsung memeluk Ariana dengan erat, pelukannya seperti seseorang yang tengah meluapkan rasa rindu yang amat dalam padanya. “Arabella, kenapa kau pergi. Kenapa kau pergi meninggalkannya aku?” Sebenarnya Ariana tidak suka kalau Abimanyu memeluknya seperti ini. Tapi apa boleh buat, karena ia harus bersikap seperti Arabella kekasihnya. “Aku hanya pergi sebentar, lihatlah aku kembali kan?” Abimanyu tersenyum lalu melepaskan pelukannya dari Ariana, “Jangan pergi lagi.” Ariana mengangguk, “Iya, ayo kita masuk.” ajak Ariana, ia lalu menggandakan tangan Abimanyu untuk masuk ke dalam. “Mas Abi, apa Mas menungguku dari tadi?” tanya Ariana penasaran. Abimanyu pun mengangguk. “Apa tidak lelah menungguku?” Arina bertanya lagi. Abimanyu menggelengkan kepalanya. “Aku mau minum.” ucapnya tiba-tiba. Ariana pun menoleh ke arah Abimanyu, ia menengadahkan kepalanya sebab pria ini jauh lebih tinggi darinya. Dan bisa Ariana lihat, kalau wajah Abimanyu tampak pucat, dan bisa ia lihat kalau bibirnya pun tampak kering. Ariana pun berpikir apa sejak tadi pria ini menunggunya dengan menahan lapar dan haus. Kalau memang benar, Ariana merasa bersalah karena telah mengabaikannya. Padahal ibunya bisa dioperasi berkat kebaikan Syahima. Bahkan ibunya pun mendapatkan perawatan terbaik di rumah sakit itu. Tapi Ariana malah mengabaikan tugasnya, untuk menjaga Abimanyu. “Mas Abi sudah makan?” Abimanyu pun menggelengkan kepalanya. “Kalau begitu kita makan dulu ya?” Abimanyu pun mengangguk setuju. “Ya Tuhan, aku jadi merasa bersalah padanya.” — Di sebuah gedung tinggi yang berada di pusat kota, seorang pria tengah dibuat gundah. Pikirannya menerawang kembali ke beberapa saat lalu, dimana ia melihat seseorang yang sangat mirip dengan putrinya. “Aku tidak berhalusinasi, gadis itu memang sangat mirip dengan Arabella. Apakah dia …? Tapi bukankah saat itu dokter mengatakan kalau salah satu putriku meninggal. Ya .. Pasti gadis itu hanya mirip saja dengan Bella.” Darshan pun kembali duduk di kursi kerjanya. Jujur saja perasaannya tak nyaman setelah ia bertemu dengan Ariana. Ia pun kemudian berpikir untuk mencari tahu siapa gadis yang mirip dengan Arabella. Namun, sebelumnya ia harus memastikan dulu, apa gadis itu benar-benar mirip atau ia yang salah lihat. Dan untuk memastikannya, Darshan meminta orang untuk memeriksa kamera CCTV rumah sakit, dimana ia bertemu dengan Ariana tadi. – Di kediaman rumah Bimantara Ariana baru saja selesai menemani Abimanyu makan, setelah itu seperti biasa Ariana akan memberikannya obat. Sebab, Abimanyu tidak boleh terlambat untuk minum obat. Semoga saja setelah minum obat Abimanyu tertidur, agar Ariana juga bisa beristirahat. Tubuhnya juga sangat lelah, menunggu ibunya yang sedang dioperasi, lalu pulang dan mengurus Abimanyu, cukup menyita tenaganya. “Mas Abi tidur ya …” Ariana menuntun Abimanyu untuk pergi ke kamar. Ia akan mengajaknya untuk tidur, kalau perlu Ariana akan menina bobokannya agar ia juga beristirahat dengan tenang. Abimanyu mengangguk, ia naik ke atas ranjang lalu merebahkan tubuhnya. Abimanyu pun kemudian melihat ke arah Ariana, “Peluk.” ucapnya. “A-apa? Oh tidak, jangan lagi … jangan lagi kita tidur bersama.” “Peluk.” ucapnya lagi. Ariana menghela nafas panjang, “Kalau begini terus lama-lama aku bisa khilaf.” ucap Ariana, tapi tak urung ia naik ke atas ranjang dan memeluk Abimanyu. “Baiklah, ayo tidur anak manis.” Ariana mengelus lembut rambut Abimanyu. Bisa ia rasakan aroma khas Abimanyu di indera penciumannya. Ia suka, karena meskipun ia tengah mengidap depresi. Tapi Abimanyu tetap terawat, dan tidak bisa Ariana pungkiri kalau pria ini sangat tampan. Hidungnya yang mancung, sorot matanya begitu tajam. Tubuhnya tinggi tegap dan sangat sempurna. Pria ini seperti seorang pangeran dari dunia dongeng. “Arabella, kau sangat beruntung dicintai olehnya.” gumam Ariana. Ia pun ikut memejamkan mata, sebab Ariana pun sudah sangat lelah dan mengantuk. Namun, baru saja ia hendak masuk ke alam mimpinya. Ariana merasa ada sebuah benda kenyal tengah menyapu dan melu-mat bibirnya dengan lembut. Apa ini? Benda yang sedang menyen-tuh bibirku? Dengan mata yang masih terasa berat, Ariana mencoba untuk membuka mata. Dan betapa ia terkejut karena saat ia membuka mata, Ariana melihat kalau Abimanyu tengah menciumi bibirnya. Ariana pun terkejut dan hendak mendorong tubuh Abimanyu. Namun, sayang tubuh itu tak mau ia singkirkan dan kini tubuh itu malah semakin kuat mendekapnya. Apa yang dia lakukan?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD