Jam baru bergeser dua jam dari waktu Magrib, sesosok makhluk bergaun putih sedang memainkan rambutnya di anak tangga yang menuju lorong gedung dua, sesekali terdengar tertawanya yang membuat bulu kuduk manusia berdiri. Terlalu dini sebenarnya untuk dia duduk bersantai di sana, karena itu adalah akses yang biasa dilewati penjaga malam. Terlalu dini juga untuk para Centeng itu datang ke sekolah, karena biasanya mereka datang mulai jam sepuluh malam. Sosok berkafan pink datang menghampirinya dengan melompat-lompat, Senja tidak terlalu memperhatikan kedatangannya. “Masih terlalu sore untuk bersantai di sini,” ujar Ocong dengan suara yang lembut. Kunti menoleh ke sosok yang baru datang itu lalu tersenyum. Dia menyibak rambutnya yang menjuntai menutupi wajahnya, menampakan wajahnya yang

