SMA Teladan Bangsa berangsur sepi, satu persatu manusia yang beraktifitas di sana pulang kembali ke tempat yang nyaman untuk mereka yaitu rumah. Matahari juga berangsur tergantikan lampu-lampu neon yang menyala di selasar-selasar kelas. Cahaya itu tak kuasa mengusir gelap jauh hanya beberapa meter saja, selebihnya gelap masih sangat berkuasa menyelimuti sekolah milim Yayasan Teladan Bangsa. Kini suara-suara jangkrik menggantikan riuh siswa yang terdengar dari pagi sampai sore tadi. Di kejauhan terdengar azan Magrib mengalun dengan merdu, namun tidak halnya dengan mushala yang berada di lingkungan sekolah. Biasanya terdengar suara azan Aldi di pengeras suara itu, mungkin hari ini dia pulang lebih cepat karena lelah. Dia berlatih dengan teman-temannya di pagi hari, lalu siangnya dilanjutka

