Cafe Restless

2132 Words

    Waktu menunjukkan jam tujuh lewat tiga puluh menit, azan Isya sudah berkumandang lebih dari lima belas menit lalu. Aldi menggeliat di sofa di mana dia sedang merebahkan dirinya. Badanya terasa lelah sekali setelah hampir seharian di Gunung Bunder. Perjalanan pulang pergi ke sana tidak terlalu melelahkan sebenarnya, hanya saja track yang mereka lalui saat pulang dari Curug Seribu lumayan menguras peluh dari tubuh. Berulang kali dia dan Salya mengisi ulang cairan yang keluar dengan air mineral yang di bawanya, hanya saja keluar lagi saat menanjak menaiki satu demi satu anak tangga menuju arah pulang.     Saat bersama bidadari yang menyamar menjadi manusia itu sama sekali tidak terasa letih, sekarang badannya pegal-pegal semua terutama di bagian kaki.           Beruntung tadi dia sudah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD