--Mampus--

1491 Words
POV BABY                     Aduh! MAMPUS GUE! Kok bisa gue lupa kalo cowok ini masih ada di cafe ini. Ada temen-temennya pula! Matilah aku!          Mereka langsung duduk dan parahnya cowok yang nabrak dan nolongin aku duduk disebelahku!       "Eh nyet, kalo nanya itu satu-satu, kayak kereta api aja!" kata kak Bara kesal dengan mereka yang datang langsung menyerbunya dengan rentetan pertanyaan.       Gue harus pergi sekarang juga nih! Bisa gawat kalo mereka tau bahwa aku ini adik kak Bara.      "Gue cabut" kataku dengan tampang datar, kuyakin pasti mereka bingung.        Aku langsung bangkit berdiri tak lupa mengambil komik naruto yang kuambil tadi dan langsung ke luar dari cafe itu.        Uuhh... tau gini mending gue bawa mobil tadi! Ck ngapain sih mereka datang ganggu aja! Terpaksa naik taksi deh... nasib-nasib....             Baby turun di depan rumah elit nan megah.  "Siang non. Baru pulang ya non? " kata Mang Jo salah satu satpam di rumah Baby sambil membuka gerbang besar itu.       "Siang juga mang Jo. Iya, aku masuk dulu ya mang" kata Baby tersenyum ramah.        Baby masuk ke dalam rumahnya dan disapa oleh Bi Ijah pembantu di keluarga Walker. "Eh non dah pulang, mau dibuatin apa non" kata Bi Ijah ramah.         "Gak usah bi, aku tadi dah minum di luar. Oh ya mom sama dad dah pulang bi? " tanya Baby sambil melepas sepatunya dan meletakkannya di rak khusus sepatu sekolah.        "Di rumah cuman ada Nyonya aja non. Tadi sih Tuan datang tapi pergi lagi, cuma ngambil berkas yang ketinggalan katanya non" kata Bi Ijah.      "Oh yaudah bi, aku keatas dulu ya" kata Baby, bi Ijah hanya meng-iya-kan. Baby memasuki kamarnya dan langsung ganti baju. Ia merasakan kaki kirinya tidak sakit lagi seperti saat ia jatuh tadi pagi.      Baby duduk di sofa santai di kamarnya dan bermain game di hp nya.        Kalian pasti berpikir bahwa Baby bermain game cewek biasanya kan? Seperti masak-masak, buat style baju, dan lainnya ala cewek.       Kalian salah! Dia sedang bermain racing car saat ini.       Di hp, komputer, ps, dan laptop nya hanya ada permainan ala cowok seperti racing, shoot, menembak dengan panah, perang-perangan, billiard, kartu dan masih banyak lagi game ala cowok yang dia punya.         Baby bukanlah gadis tomboy maupun feminim. Sifatnya tidak ada diantara itu. Dia hanya suka bermain game cowok, mengkuncir kuda rambutnya, tidak menyukai rok sedangkan cewek biasanya menyukai rok bukan?         Namun berbeda dengannya, ia juga tidak menyukai high heels, dan tidak menyukai kakak ketiganya. Itulah beberapa hal yang tidak ia sukai. "Yeay! " Baby meloncat girang ketika ia berhasil menjadi juara satu dalam game racing car yang ia mainkan itu. "Baby... makan dulu sayang baru main game!" teriak momnya dari lantai bawah. Baby mem-pause-kan game nya dan beranjak ke bawah.        "Duh mom ada apaan? Kok mom teriak-teriak gitu?" Delik Baby yang menuruni tangga.         "ya makan siang dong sayang" kata Sully "kakak kamu mana? Belum pulang? " lanjut Sully menyiapkan piring di bantu oleh Bi Sum yang juga pembantu di rumahnya.        "Kayaknya kakak bentar lagi deh pulangnya mom" ucap Baby duduk di salah satu kursi meja makan.        "AKU PULANG!" teriak Bara masuk, meletakkan tasnya di sofa dan langsung duduk di samping Baby dan di depannya momnya.       "Yeay Kak Bara panjang umur, baru aja dibicarain eh langsung nongol" batin Baby.       "Kok lama banget pulangnya kak? " tanya mom. "Tadi ngumpul bentar sama temen-temen mom, biasa anak muda hehehe..." jawabnya cengengesan.       "Iya deh yang masih muda, tapi gue juga masih muda keleuss..." ucap mamanya menirukan anak zaman sekarang. Baby tertawa diikuti oleh Bara dan Sully.      Malamnya Baby datang ke kamar Bara. Toktoktok...  Baby mengetuk pintu kamar Bara yang berada di sebelah kamarnya.      "Masuk" ucap Bara yang sedang baca buku ensiklopedia.  "Ck rajinnya kakakku yang satu ini" batin Baby.        "Apaan by? Tumben lo ketuk pintu biasanya langsung nyosor kayak bajai" ledek kakaknya yang masih tetap membaca. "Hehehe... siapa tau kakak lagi ganti baju" ucapnya dan duduk di sebelah Bara. Belum sempat Bara bicara Baby langsung memotongnya. "Kak, tadi temen-temen kakak ya? " tanya Baby. "Iya, kenapa?" Tanya kakaknya. "Gakpapa sih, tapi kakak gak ngasih tau apapun kan sama mereka? " tanya Baby memastikan bahwa rahasianya aman. "Gak kok. Mereka cuman heran aja" jawab Bara santai. "Kak, mereka gak nanya apa-apa gitu? " tanya Baby lagi. "Mereka nanya, kok kakak bisa kenal kamu, trus pergi bareng sama kamu. Itu aja" jawabnya santai. "Jadi kakak jawab apa sama mereka? " tanya Baby lagi merasa belum puas dengan jawaban yang dilontarkan kakaknya. " Gue bilang lo adiknya temen gue waktu SD, trus jumpa di Cafe My Books " jawab kakaknya lagi. "Oke deh. Thank's infonya kak. Night" kata Baby.         "Sama-sama, night too" balas Bara melanjutkan membacanya yang terganggu. Baby pun masuk ke kamarnya dan duduk di balkon kamarnya. "Ambil cemilan ah" batin Baby beranjak dari tempat duduknya dan turun ke bawah mengambil beberapa cemilan. Baby menutup pintu kulkas setelah mengambil beberapa cemilan di tangannya.        Namun ketika ingin berbalik-"Aaaaa..." teriaknya kaget ketika dadnya muncul tiba-tiba. "Ah! Dad bikin kaget aja!" kesal Baby memungut cemilannya yang berjatuhan karna kaget tadi.       "Gimana sekolah kamu? Enak? Ada gebetan baru gak? Kamu dapet temen baru disana? " Tanya Brian menghiraukan kekesalan Baby.        Baby duduk di sofa dan menyalakan tv.      "Dad kalo nanya itu satu-satu" jawab Baby kesal. Brian pun duduk di samping putri bungsunya itu. "Iya deh iya. Gimana sekolah kamu?" Tanya Dad. "Biasa aja dad" jawab Baby. "Ada yang kecantol gak?" Tanya Brian penasaran, karna Baby gak pernah bawa temen cowok maupun ceweknya ke rumah. Wajar kalo ia khawatir kan?             "Maksud dad apa sih? Baby gak ngerti" sergah Baby yang sebenarnya ia tau sekali maksud perkataan dadnya. "Maksud dad itu. Ada yang tampan dan Baby sukai gak di sana? Hayo ngaku!" Goda momnya menuruni tangga dan duduk di sebelah Baby sehingga Baby berada diantara mom dan dad. "Gak ada mom" jawab Baby singkat dengan mata masih tertuju ke tv datar tersebut. "Kamu dapet temen banyak?" Tanya mom lagi. "Gak banyak mom" jawab Baby mulai bete dengan percakapan mereka. "Mom dad Baby ke kamar dulu ya ngantuk" kata Baby beranjak dari tempatnya.                "Kamu tidur sambil makan ya by? " tanya dad. "Hah?" Tanya Baby bingung. "Baby tidur kok bawa cemilan?" Tanya mom. "Oh... hehehe Baby mau main game sih" jawab Baby cengengesan. " Jangan kelamaan tidurnya sayang" ucap dad. " ok dad. Nigt mom dad, love you" ucapnya mencium pipi dad dan mom.             Sesampainya di kamarnya Baby bermain billiard di hp nya dan duduk di balkon kamarnya. "Neng malam-malam gini kok belum tidur?" Usil Bara sambil melempar kulit kacangnya ke kepala Baby. "Ck rese lo kalo malem. Kan jadi gak masuk nih" gerutu Baby. "Apaan? Pake lempar-lempar kulit kacang segala lagi. Mck" delik Baby kesal. "Gakpapa sih, iseng aja" balas Bara. "Udah deh gak usah ganggu adek lo yang imut dan cantik ini. Gue mau main game " titah Baby. "Gak mau" kata Bara dan melemparkan kulit kacangnya ke kepala Baby.                 Belum sempat Baby teriak Bara sudah terlebih dahulu masuk ke kamarnya dan mengkunci pintu balkonnya dengan tawa setan. "Ah, bangke lo kak!" teriak Baby kesal. ***             "Dad aku bawa mobil ya" tanya Baby yang sedang sarapan bersama keluarganya. "Kenapa? kan ada Bara?" Tanya dad. "Kenapa by?" Tanya Bara juga. "Gakpapa sih. Cuman pengen bawa mobil aja dad" jawab Baby sambil mengunyah nasi gorengnya. "Oh yaudah nih" ucap dad menyerahkan kunci mobil kesayangannya. "Aku berangkat ya dad, mom, kak bye love you" ucapnya mencium pipi dad dan mom. Juga menoyor kepala Bara dan langsung ngacir.             Bara hanya mengumpat dalam hati, karena dad dan momnya masih disitu. Baby melajukan dengan kecepatan tinggi mobil sport kesayangannya itu membelah jalan raya.             Namun ada mobil sport hitam yang mendahuluinya. "Let's racing now!" Gumam Baby dan semakin menambah kecepatannya dan berhasil mendahului si mobil hitam itu.             Baby memarkirkan mobilnya. Ia keluar tak lupa mengambil tasnya. Baby memasuki kelasnya dan duduk di bangkunya. "Pagi Fla" ucap Fli sambil menyisir rambutnya. Ya, dia adalah gadis yang peduli dengan stylenya. "Pagi juga Fli. Flo belum datang ya?" Tanya Baby. "Belum" kata Fli sambil berkaca. Tet...... Bel panjang menandakan pelajaran di mulai.             Flo berlari memasuki kelasnya dan ia bersyukur bahwa guru belum masuk. "Hhh..hhh..." desah Flo yang sudah duduk di bangkunya sambil memegang dadanya. "Kok telat Flo?" Tanya Fli. "Gue bangun kesiangan. Untung guru belum masuk" ucapnya menetralkan nafasnya.                 Tiba-tiba seorang cowok masuk yang merupakan ketua kelas mereka. "Ehemm..." dehemnya berharap semua diam mendengarkannya dan benar saja semua mata teralih padanya. " Hari ini kita free les karna akan diadain rapat Osis" ucapnya tegas. " YEAAYYYY!!!!!" semua sontak berteriak kegirangan termasuk Flo dan Fli. Namun tidak untuk Baby. Menurutnya itu biasa aja.                 "Fli, Fla kantin yuk! Gue laper nih belum sempat makan tadi" ucap Flo dengan wajah memelas. Semua murid sudah berhamburan keluar dan mencari kesibukan. "Ayo gue juga mau minum, haus" ucap Fli memegang tenggorokannya. "Gak ah, males" jawab Baby cuek sambil membaca komik naruto nya. " ya elah Fla. Kok gitu sih? Udah ayo gak pake alesan" ujar Flo menarik tangan Fla dibantu oleh Fli.                 Belum sampai di kantin Mereka menabrak seorang cowok. Dan cowok yang sama dengan.... .            
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD