--Mirip--

1141 Words
            Setelah mengalami perdebatan panjang akhirnya Baby mengalah untuk diantar ke UKS. "Udah nyampek tuh, gue ke kelas dulu ya!" ucap pria itu ingin berbalik. "Oh ya maaf soal yang tadi" cicitnya dan langsung ngacir ke kelasnya. Ish! Gue kan belum maafin! Malah pergi seenak jidatnya! Ah, masa bodolah batin Baby sambil masuk ke ruang uks. Baby pun kembali ke kelas setelah diperbolehkan oleh dokter UKS, karena kakinya sudah sembuh. Tok tok tok....  "Permisi bu" cicitnya.             "kamu di kelas ini ya? " kata bu Mira. "iya bu, tadi saya dari uks jadi telat deh bu. Sekali lagi maaf ya bu" ucap Baby dengan wajah memelas. "Ok. Kali ini saya maafkan karna ini hari pertama masuk. Kalau begitu perkenalkan dirimu" ucap bu Mira.             "Mmm... perkenalkan namaku Flamini Baby W. Kalian bisa manggilku Fla. Semoga kita bisa jadi teman" kata Baby dengan gugup. Baby termasuk murid yang kurang percaya diri, padahal dia punya banyak talenta, baik dan cantik.             Dan ada murid mengangkat tangan "kepanjangan W itu apa? " ucapnya, dan seluruh kelas pun ingin menginginkan jawaban dari Baby. "Rahasia" kata Baby langsung, yang membuat seluruh kelas pasrah dengan kebingungannya.             "Baiklah, kamu boleh duduk di..." ucap bu Mira sambil melihat seluruh penjuru kelas "di situ" ucapnya lagi sambil menunjukkan bangku kosong di dekat jendela dan di situ ada anak perempuan. "Baik bu" kata Baby sambil berjalan ke bangku tujuannya. POV BABY                                  Sssrreeett....              Suara kursi yang ku tarik untuk duduk sepertinya menggangu perempuan yang akan jadi teman sebangkuku. "Kenalin gue Florina Marey Gustaff." ucapnya tersenyum sambil mengulurkan tangannya menungguku membalasnya.             Aku pun duduk "Flamini Baby W, lo bisa manggil gue Fla" ucapku membalas uluran tangannya dengan senyuman kecil. Kami pun mengikuti pelajaran Biologi yang diajarkan oleh bu Mira. Tet...tet....  Bel berbunyi menandakan jam istirahat dimulai.             "Eh Fla, kantin yuk" ucap Florina pada Baby. " Ha? Oh makasih, tapi gue gak lapar sorry ya" ucap Baby dengan senyum tulusnya.                 "Ya elah Fla bentaran aja kok, lagian gue belum kenal sama satu kelas ini, cuma lo yang gue kenal. Gimana kalo nanti gue di culik, kan gawat! Pleasee... Bentaran aja deh swear!" kata Florina dengan tampang puppy eyesnya dengan jari membentuk v.             Walau mereka baru kenal rasanya mereka merasa akrab satu sama lain. "Ck, Ya gak mungkinlah lo di culik, lagian inikan sekolah bukan pasar Flo, yaudah deh ayo, tapi bentaran aja ya" ucap Baby memastikan. "Siip deh bos" kata Florina sambil mengacungkan kedua jempolnya.             Setelah mereka ingin kembali ke kelas tak sengaja Florina menabrak seorang cewek yang sepertinya satu kelas dengannya. POV BABY              Setelah selesai makan, kami  berniat kembali ke kelas dengan masing-masing minuman di tangan kami, namun ketika ingin keluar kantin namun, Bugh... Aku melihat Flo baru saja bertubrukan dengan seorang cewek.             "Ups, sorry sorry... gue gak sengaja tadi. Maaf ya maaf" ucap Flo sambil membersihkan baju cewek yang dia tabrak sehingga minumannya mengenai seragam cewek yang ditabraknya.             "Kenapa Flo?" Ucapku "ini Fla gue gak sengaja numpahin minuman gue ke seragamnya" ucapnya dengan nada khawatir takut jika orang yang dia tabrak marah kepadanya.                "Iya gakpapa kok, lagian kalo dicuci juga ilang ni noda" kata perempuan yang ditabrak Flo dengan senyum tulus. "Serius lo gak marah?" Ucap Flo masih dengan nada khawatir. "Iya gakpapa kali" ucapnya lagi.             "Kenalin gue Flinata Ara Mendeys, kalian bisa manggil gue Fli" ucapnya. "Gue Florina Marey Gustaff, lo bisa manggil gue Flo. Sekali lagi sorry ya. Gue gak sengaja" kata Flo.             "Ck, sekali lagi lo minta maaf gue bakal marah nih" ucap Flinata dengan nada bercanda. Kayaknya nama kita bertiga hampir sama deh, iya kan? "Iya deh" cicit Flo "itu siapa?" Kata Flinata melihat ke arahku.             "Oh, dia sahabat gue namanya Fla" kata Flo menjawab pertanyaannya, sahabat? Dia dah nganggap aku sahabat, padahal kan kamikan baru kenal, aneh tapi gakpapa deh.         Oya kayaknya gak enak kalo gue gak ngenalin diri ya. "Gue Flamini Baby W, lo bisa manggil gue Fla" ucapku dengan senyum tipis.         " Ooh... tapi kayaknya kita emang ditakdirkan jadi sahabat deh soalnya nama kita bertiga mirip iya kan? Flinata" ucap Fli "Florina" cicit Flo "Flamini" lanjut ku. Dan kemudian tawa kami pecah. Takdir jadi sahabat? Tapi apa iya? Apa kejadian dulu bakal terulang lagi gak ya? Semoga jangan!              Lamunanku buyar setelah Flo menarik tanganku dan Fli ke kelas. "Tunggu!" ucapku, mereka menoleh. "Kenapa?" tanya Flo. " ikut gue!" kataku.             Sesampainya di parkiran aku ngambil seragam cadanganku yang selalu disiapin mom di mobil kak Bara. Kan kasihan dia pake baju kotor, gakpapa kali berbuat baik sama orang yang baru kenal. Mom selalu nyuruh kami bawa seragam cadangan siapa tau terjadi sesuatu dengan seragam kami. "Pake ini dulu" kataku menawarkan seragamku. "Ini punya siapa? " tanya Fli "Punya satpam" ucapku cuek. "ya punya guelah, udah pake aja" lanjutku lagi. Fli cuman nyengir mendengar jawabanku. Ihh aku kan jadi kesal!                  Selesai dari kamar mandi kami kembali ke kelas yang ternyata kami bertiga sekelas, dan Flinata di depan meja kami lagi! Itu gak takdir namanya? "Makasi Fla" kata Fli sesampainya di bangku, aku hanya mengangguk. Pelajaran kembali di mulai. *** Tet....  Bel pulang berbunyi panjang. "Gue duluan!" ya ucap Baby sedikit berlari sebelum Fli dan Flo menjawabnya. "Flo lo pulang sama siapa?" Ucap Fli yang sudah selesai merapikan bukunya. "Di jemput supir Fli, lo sendiri?" Kata Flo. "Gue juga sama, tapi kita barengan ya ke gerbang sekolah" ucap Fli lagi, Flo hanya mengangguk. Baby sedikit berlari di koridor menuju parkiran sekolah namun, naas dia menabrak seseorang lagi. Bugh! "Adaww..." pekik orang itu yang sepertinya cowok. "Sorry ya!" ucap Baby langsung lari, takut jika ia ketahuan dengan yang lain. Bamm!          Suara pintu yang ditutup keras setelah Baby masuk ke dalam mobil Bara dengan napas ngos-ngosan. "Hhh..hhh..." desisnya kelelahan sehabis berlari tadi.             "Woii kalo mau ngerusakin mobil gue bilang-bilang dong! Udah langsung nyosor lagi" sungut Bara kesal. "Eh, lo da di sini kak? Sejak kapan?" Kata Baby dengan tampang terkejut.         "Gak, gue gak disini. Gue lagi di rumah!" Cicit Bara kesal yang tak disadari keberadaannya oleh sang adik. "Hehehe...gue pikir lo masih di kelas, yadeh... maaf gue gak sengaja tadi takut ketauan sama yang lain" jawabnya cengengesan.            "Yadeh, kita langsung pulang? Atau nongkrong bentar?" Tanya Bara. "Nongkrong aja, terserah dimana. Tapi kakak yang bayar ya!" kata Baby sambil memasang sealbeltnya. "Gak mau, BMM" kata Bara sambil melajukan mobilnya.             "BMM? Apaan tuh kak?" Kata Baby dengan kening berkerut. "Yaelah lelet amat lo, gitu aja gak tau. BMM itu Bayar Masing-Masing" kata Bara lagi. Baby hanya ber-oh ria, "ya... masa bayar masing-masing sih kak. Bayarin aku yah, kakakku yang paling unyu" ucap Baby dengan puppy eyesnya yang biasanya kakak-kakaknya akan luluh melihatnya.             "Yeee... giliran ada maunya lo sok muja-muja gue. Ok deh tapi besok gantian ya" ucap Bara. "Makasih kakakku sayang, kalo baik gitukan makin ganteng deh" jawab Baby cengengesan. Bara hanya berdecak heran dengan tingkah adiknya itu.                              Ia tahu bahwa adiknya itu hanya bersikap seperti itu kepada orang terdekatnya, sedangkan pada orang lain dia bersikap dingin.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD