--Pulang Bareng--

987 Words
POV BABY             Gue terpaksa keluar menjemput kak Bara namun, saat hendak ingin membuka pintu mobil, pintu itu sudah terbuka(?) dan yang membukanya adalah..................................................................................... ABYAN!!! "ELO! Eh, maksud gue Baby. Ngapain lo disini?" Tanyanya keget. Oh Gosh! Gimana ini!? Aduh aku harus jawap apa coba?!!!! Siapapun tolong bantu aku!                          "Inikan mobil Bara atau... gue yang salah ya? " tanyanya yang sepertinya bertanya pada dirinya sendiri. Ia melihat seluruh mobil yang berada di parkiran, sepertinya memastikan bahwa dia memang benar.                 "Kayaknya bener deh ini mobil Bara, jangan-jangan lo..." cicitnya lagi. Jangan jangan apa? Cepetan ngomong!                 "Jangan-jangan apa?" Tanyaku tak sabar. "Jangan-jangan lo pacar Bara ya?" Tanyanya menyelidikku. Hah?! AUTHOR                 "Jangan-jangan lo pacar Bara ya? " tanya Abyan disambut muka cengo Baby. Belum sempat Abyan bertanya lagi Bara sudah datang memotong pembicaraannya. "Eh Ab, lo ngapain di mobil gue?" Tanya Bara sambil berjalan ke mobilnya.                 "Bar, dia ngapain di dalem mobil lo? " tanya Abyan kembali pada Bara. "Kok nanya balek? Emang siapa di dalem? " tanya Bara dengan kening berkerut, lalu melihat Baby yang duduk di jok depan mobilnya.                 "Eh, anu...itu... kayaknya gue salah masuk mobil deh!" ucap Baby sebelum Bara berbicara, lalu keluar dari mobil Bara.                 "Duh...kak Bara sorry ya, aku gak tau. Sekali lagi maaf" ucapnya menunduk seakan dia melakukan kesalahan lalu berlalu pergi sebelum mereka bertanya macam-macam. Baby pun terpaksa berjalan menuju halte dekat sekolah untuk menunggu taksi sambil menggerutu.                 "Uh... ngapain si sinting itu dateng?! Kak Bara juga! Datengnya lama banget! Untung gak kebongkar, tapi kok taksinya gak lewat-lewat?! Kalo naik bus gue bakalan jalan lagi dong?! Aku telfon Dad aja deh" batin Baby sambil merogoh kantong roknya, saat ingin mengeluarkan hpnya ia teringat bahwa hpnya lowbat.                 "Arrrggghhh.... Dad sih gak ngijinin aku bawa mobil, kan jadi aku yang tersiksa hu..... eh, kok gue jadi alay gini" batinnya sambil mengerucutkan bibirnya tanda kesal. Lebih setengah jam Baby menunggu namun, belum ada taksi yang lewat. Ia menggerutu lagi.                 Sebuah mobil sport hitam metalik menepi di dekat halte tepatnya di depan Baby, namun Baby tak sadar jika sedari tadi seorang cowok tampan sedang menatapnya sambil tersenyum.                 Cowok itu tetap diam memperhatikan ekspresi kesal Baby tanpa menyapanya, menunggu agar Baby sadar bahwa sedari tadi ia sedang ditatap oleh cowok cakep.                 "Sampai kapan lo berdiri disitu? Ini udah sore" ucap cowok tampan itu yang ternyata adalah Abyan yang tak sabar menunggu Baby menyadari keberadaannya. "HAH! LO!" Ucap Baby terkejut, beberapa detik kemudian ia langsung memasang wajah datarnya. "Ehm...Ngapain lo disini?" Tanya Baby datar sambil melihat jalan apakah ada taksi yang lewat.                 "Lo gak sadar ya gue disini? Ckckck... andaikan ada penculik, lo pasti udah di culik" ucap Abyan keluar dari mobilnya dan berdiri bersandar di mobilnya sehingga Abyan dan Baby berhadapan.                 "Emang penculiknya ada, dan itu lo! Yang udah nyulik ketenangan gue" ucap Baby datar tanpa menatap Abyan.                 "Oh ya? Lagian gak mungkin penculik mau culik lo dengan muka datar gitu, malah datar banget lagi" ucap Abyan mengejek Baby. "Kamprreeettt!!" Teriak Baby dalam hati.                 "Gue anter pulang, yuk!" ajak Abyan. Namun Baby tak menjawab. "Lo gak mau? Yaudah gue duluan ya" ucap Abyan masuk ke dalam mobilnya.                 Baby tetap bungkam. "Oh ya hati-hati denger-denger halte ini punya penunggu loh" ucap Abyan menakuti Baby sambil menghidupkan mesin mobilnya.                 "Hah?! Ada penunggunya? Aduh MOM, DAD, BABY TAKUT! Tapi masa iya gue pulang bareng cowok tengil ini?!" Batin Baby.                 "Lo beneran gak mau ikut?" Tanya Abyan memastikan. "Baru kali ini ada cewek nolak gue, biasanya tanpa disuruh mereka akan melakukan apa saja untuk ku" batin Abyan. "Oke gue pulang. Hati-hati ya ntar lo diganggu" ucap Abyan horror.                 Abyan ingin melajukan mobilnya, namun "Tunggu" ucap Baby takut. "Jangan tinggalin gue" ucapnya gengsi sambil menatap Abyan dengan wajah yang sedikit memelas.                 "Hahahha" seketika tawa Abyan pecah. Dia tidak menyangka bahwa Baby yang dingin, cuek, dan datar ternyata takut dengan hal mistis.                 Baby pun menatapnya kesal. "Yaudah masuk" suruh Abyan. Namun Baby tak bergerak sedikit pun. "Ck, lo gak mau? Yaudah gue pergi" ucap Abyan pura-pura. "Eh, tunggu. Iya gue masuk" kata Baby kesal dan masuk ke dalam mobil Abyan.                 Selama perjalanan tak ada yang berbicara diantara mereka sampai- "Rumah lo dimana? " tanya Abyan akhirnya. "Turunin di taman itu aja" ucapnya menunjuk taman tempat jogging. Taman itu memang tak terlalu jauh dari rumah Baby.                 "Lo tinggal di taman?" Tanya Abyan bingung. "Yaelah b**o amat ini orang, masa iya gue tinggal di taman. Gue punya rumah kali..." kesal Baby dalam hati. "Rumah gue deket situ" ucap Baby, Abyan hanya ber-oh ria. Abyan menepikan mobilnya di pinggir taman. Baby pun keluar namun Abyan mengunci pintu mobilnya.                 Baby menatap Abyan dengan kening berkerut. "Lo gak mau ngomong sesuatu? " tanya Abyan. "Ngomong apa? "Tanya Baby polos. "Ya bilang makasih lah, ck. Dasar beruang kutub" ucap Abyan. "Ogah!" kata Baby singkat. "Kalo lo gak mau, gue juga gak bakalan bukain" ucap Abyan santai.                 "Makasih" ucap Baby dengan suara sangat pelan. "Apa? Lo ngomong apa sih?" Ucap Abyan yang sebenarnya sudah mendengar Baby. "Makasih" ucap Baby dengan volume biasa. "Makasih buat apa?" Tanya Abyan memancing emosi Baby.                  "Makasi tumpangannya" ucap Baby sembari mendengus kesal. "Makasih sama siapa? Yang lengkap dong! " ucap Abyan lagi.                 Baby sudah kesal setengah mati mengahadapi sikap cowok sableng itu. "MAKASIH TUMPANGANNYA TUAN ABYAN!" Ucap Baby kesal.                 Abyan pun membuka pintu mobilnya dengan menekan salah satu tombol di dashboard mobilnya. Baby keluar dan langsung menutup pintu mobilnya dengan keras.                 "Hahahhaa" tawa Abyan sambil memegangi perutnya. Jika ada yang melihat pasti dia menyangka bahwa Abyan sudah gila karena tertawa sendiri. ***                 Sesampainya di rumah Baby langsung menuju kamar Bara namun ia tak mendapatinya di dalam. "KAK BARA! SINI LO! " Teriak Baby menuruni tangga. "BARA BEO! " Teriak Baby menuju ruang tv.                 "Aduh....sayang ngapain kamu teriak-teriak? Cari Bara? Dia belum pulang dari tadi" ucap mommynya keluar dari kamar. "Belum pulang? Hhh... Maafin Baby mom... Yaudah Baby ke kamar dulu" ucapnya. "Dasar Bara Beo tengil! Gara-gara lo gue jadi pulang bareng cowok gila itu!" Batin Baby geram.          
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD