CHAPTER 98

2064 Words

_BUTIK MELYA_ Sisil baru saja memarkirkan kendaraan miliknya, tepat di pelataran butik yang masih nampak sepi, karena hari memang masih begitu pagi. Bahkan, hanya baru Adira karyawan yang sudah datang ke tempat itu. Bukan tanpa alasan, tujuan gadis itu datang lebih pagi, karena ia di percaya oleh Melya untuk membuat jadwal pertemuan dengan Sisil. Adira yang selalu bertanggung jawab dengan pekerjaannya, membuat Melya percaya bahwa gadis itu mampu menyelesaikan segalanya. Sisil yang baru keluar dari mobilnya, segera melangkahkan kaki cepat untuk bisa masuk ke dalam butik. Tanpa mengucapkan salam seperti biasanya, wanita itu langsung mencari keberadaan Adira. Bersamaan dengan itu, ada dua karyawan butik yang baru saja datang, karena memang sudah masuk waktunya untuk bekerja. “Bu Sisil suda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD