“Kenapa Pris?” tanya Sisil yang menangkap keterkejutan di wajah gadis itu. “Gak apa-apa, Mba Sisil,” jawab gadis itu sedikit gugup. “Kamu gak mau kasih salam ke kakak sama kakak ipar kamu?” kini Melya yang bertanya. Priska langsung berdiri dari tempat duduknya, memutari meja besar tersebut agar bisa mendekati dua orang yang baru datang itu. Priska langsung menyalami Iqbal dan juga Fika bergantian, lalu kembali ke tempat duduknya tanpa mengucapkan apapun. Pemikirannya semakin tidak karuan, karena tidak bisa menebak apa yang akan terjadi lagi selanjutnya. “Gimana perjalanan kesini, Bal?” tanya Abi seraya menyerahkan Neina pada Anggi, karena ia ingin berbincang dengan sahabat, sekaligus partner bisnisnya itu. “Alhamdulillah lancar, Bi. Makasih ya, udah undang saya kesini,” sahut Iqbal ra

